RADARSEMARANG.ID, Kesabaran John Dori sudah habis. Punya istri tapi seperti masih lajang. Istrinya, Lady Sandi benar-benar acuh dengannya.
Kerjaannya cuma mainan handphone. Posting story buat jualan skincare. Ketiga anaknya bahkan tak terurus dengan baik.
Lady hanya pandai berdandan. Urusan dapur jangan ditanya, serba berantakan. Hingga suatu ketika John harus pergi merantau.
Baca Juga: Suami Merantau, Lady Menggugat Cerai
Ia dipindahtugaskan ke luar kota. John pun terpaksa jauh dari anak dan istrinya.
Nahas, hidupnya makin ajur. Dikira saat ditinggal merantau istrinya bakal berubah. Tidak membangkang apalagi acuh dengannya.
Setidaknya mau mengurus anak-anaknya. Nyatanya pemikiran itu hanya ada di angan.
"Paling ora kan yo dadi sregep masak, anak diopeni, ternyata zonk," ungkap John Dori.
Layaknya kepala keluarga yang jauh merantau, John pulang sepekan sekali. Niatnya buat ngecharge tenaga.
Ketemu anak istri di rumah. Ditambah bisa dapat jatah setelah lima hari puasa. Menahan godaan untuk bercinta. Namun, yang didapat malah sebaliknya. John dianggurke.
Disambut saja tidak, apalagi dikasih jatah. Sungguh apes hidupnya. Diarep-arep bali, tapi disuruh jadi babu, mencuci baju, masak, juga bersih-bersih rumah.
Sementara istrinya tetap saja, asyik dengan story Whatsapp.
"Wis dianggurke, dianggap babu, bali-bali malah kon ngumbahi," jelasnya.
Hal itu berlangsung setiap weekend. Pulang-pulang bukannya istirahat malah nambah beban kerja.
“Ora dilakoni, mesakke anak ora nduwe klambi. Eh, bojoku malah leha-leha, dolan kelayapan,” akunya.
Lelah hati, John pun undur diri. Laki-laki 42 tahun itu menceraikan istrinya. Rumah tangganya kandas.
Ia tak kuat mengurus istrinya. Kini keduanya pun masih menjalani sidang cerai di Pengadilan Agama.
“Wis aku angkat tangan. Karuan dadi dudo ngopeni anak telu,” jelasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi