RADARSEMARANG.ID, Setelah ngempet selama enam tahun, akhirnya Lady Sandi tak tahan juga.
Ia memilih mengakhiri rumah tangganya. Gugatan cerai telah dilayangkan ke Pengadilan Agama.
Wanita 28 tahun ini pun masih harap-harap cemas. Suaminya, John Dori, masih terus mengancam. Tujuannya, ya jelas, tak mau pisah.
Baca Juga: Lady Njaluk Omah, Keluarga Berujung Pisah
Namun apalah daya, Lady sudah tak betah. Selama sembilan tahun ia hanya berdiam diri. Takut jadi istri durhaka, ia tidak berani melawan.
Padahal suaminya terus melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Merasa hati dan tubuhnya sudah remuk, barulah ia berani bertindak.
"Awake remuk, nak ngamuk medeni mbak, kabeh dibantingi," jelas Lady.
Lady mengaku pernikahannya berawal dari perjodohan. Sejak awal ia sudah tidak sreg dengan John Dori. Karena desakan orang tua lah, Lady mau menikah. Jelas karena terpaksa.
Takut dibilang anak durhaka. Tidak ada rasa, apalagi cinta. Ujung-ujungnya rumah tangganya benar-benar bubar.
John, kata dia, punya sifat cemburuan. Ditambah temperamentalnya yang tak karuan. Tak sekalipun istrinya diizinkan untuk berbincang dengan pria lain.
Karena itulah mereka berdua sering cekcok. Di sini John selalu ringan tangan. Sedikit-sedikit plak plek. Lady pun kerap jadi korban.
"Sitik-sitik plak plek, sopo sing betah," akunya.
Pernah sekali Lady melarikan diri ke rumah orang tuanya. Anaknya dibawa, lalu ia pergi bekerja untuk bertahan hidup.
John pun merengek, memintanya kembali. Bilangnya mau berubah. Namun hanya janji-janji manis. Tetap saja John kembali melakukan KDRT.
Dari sini tekadnya berpisah pun sudah bulat. Rumah tangganya tak lagi bisa dipertahankan. Kini keduanya masih menjalani sidang di Pengadilan Agama.
"Wis cukup semene wae, karuan pisah uripe tenang," tandasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi