RADARSEMARANG.ID, Setahun terakhir, Lady Sandi harus pontang panting banting tulang. Ngurus anak, ngurus rumah, ngurus suami, juga masih cari uang.
Lady awalnya menjadi ibu rumah tangga. Hidup enak, serba kecukupan. Kini harus jadi buruh pabrik. Utangnya menggunung. Akibat suaminya, John Dori kecanduan judi.
Harta bendanya kini terkuras habis. Tersisa rumah untuk tempat tinggal. Kendati demikian, John tak kapok. Suaminya itu masih saja main slot.
“Tobat tenan, ngerti marakke rugi iseh wae dolanan slot,” kata Lady.
Sebenarnya John bukanlah pemain lama dalam dunia judi slot. Ia baru dua tahun terjerumus di lingkaran hitam perjudian.
“Baru main aja harta sudah habis. Nak diteruske opo ora tambah ajur,” imbuhnya.
Baca Juga: Peduli Wong CIlik Prabowo-Gibran Didukung Ratusan Perajin Telur Asin Jateng Pimpin Indonesia
Ketika disuruh berhenti, John selalu berkelit. Dengan beragam upaya, Lady selalu diyakinkan kalau John bakal menang.
Tapi hasilnya tetap saja, zonk. Kalah lagi, kalah lagi. Begitu saja terus.
“Wis kesel aku, ngomonge bakal menang tapi ujung-ujunge kalah,” tambahnya.
Baca Juga: Dibalik Hitsnya Serial Gadis Kretek, Dian Sastro Akui Paling Sulit saat Perankan Karakter Jeng Yah
Akibat perbuatan suaminya ini, rumah tangganya hancur berantakan. Anaknya juga terkena imbas.
Tak kuat bayar SPP, akhirnya harus pindah sekolah. Karena penghasilan suaminya tak cukup buat bayar utang. Mau nggak mau, Lady pun terpaksa jadi buruh pabrik untuk menutupi kebutuhan rumah.
“Pasrah aja sekarang yang penting bisa makan,” bebernya.
John juga masih kolot. Tidak mau berhenti dari bermain judi. Lama-lama Lady lelah hati. Lelah kerja, juga lelah di kejar-kejar rentenir.
Yang paling parah kemarin saat terjerat pinjol. Lady banyak disalahkan keluarganya. Katanya malu-maluin keluarga. Padahal suaminya yang salah.
Baca Juga: Berminat? Kementerian Agama sedang Butuh 7.000 Tenaga Fungsional, Ini Formasinya
Ibu dua anak ini pun akhirnya memutuskan untuk berpisah. Hingga kini pasangan ini masih menjalani sidang di Pengadilan Agama.
“Daripada stres karuan pisah wae,” tandasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi