RADARSEMARANG.ID, Menikah itu panggilan. Bukan perlombaan. Kalau belum siap ya tunggu dulu. Jangan terburu-buru. Takutnya, kalau gegabah bisa berakibat fatal.
Sama seperti yang dialami Lady Sandi kali ini. Di tengah gempuran temannya update story lamaran juga nikahan, ia pun tergiur.
Menikah lah Lady dengan John Dori. Pria yang baru dikenal selama enam bulan. Cukup singkat. Tapi sudah bisa meyakinkan ia dan keluarganya untuk ke jenjang yang lebih serius.
Nyatanya umur pernikahannya juga seumur jagung. Cepat berakhir. Secepat ia berkenalan dengan John dan memutuskan untuk membina rumah tangga.
Kini hanya tersisa penyesalan. Nasi sudah menjadi bubur. Tak bisa diubah kembali. Secepat kilat status Lady pun berubah.
Setengah tahun lalu jadi gadis, lalu istri, ehh sebentar lagi bakal menyandang gelar janda. Beginilah akhirnya jika kebelet nikah.
Tapi salah pilih pasangan. Ujung-ujungnya bubrah alias bubaran. Rumah tangga Lady dan John pun berujung ambyar.
Wanita 24 tahun ini hanya pasrah. Ia kapok menuruti julidnya omongan tetangga. Nyatanya malah jadi bumerang untuknya.
“Belum punya pasangan dikira nggak laku. Punya pacar nggak nikah-nikah, jadi gunjingan. Giliran sudah nikah, ditanya kapan punya anak. Kalau cerai gini ya pasti bakal disyukurin,” kata Lady.
Entah mukanya mau ditaruh dimana. Lady merasa malu, dulunya ngebet nikah, sekarang berakhir cerai. Suaminya tak bertanggung jawab.
John hanya enak-enakan numpang makan dan tidur. Tapi nggak mau bekerja. Yang menjadi tulang punggung keluarga justru Lady. Ditambah perlakuannya juga kasar, suka main tangan.
“Dulu itu baik, nggak pernah marah-marah. Alim juga makanya ibu setuju, lah sekarang malah KDRT,” akunya.
Karena sering cekcok, Lady pun memutuskan untuk menggugat cerai suaminya. Kini mereka masih menjalani sidang di Pengadilan Agama.
“Dari pada gelut terus kan mending pisah sisan, bebas,” tandasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi