RADARSEMARANG.ID, Ambyar. Itulah yang terjadi pada rumah tangga John Dori dan Lady Sandi. Kebutuhan ekonomi memang tak bisa dihindarkan. Tiap hari bakalan naik.
Tugas suami adalah bekerja mencari nafkah. Tapi berbeda dengan John Dori. Ia justru malas-malasan. Tetap bertanggung jawab memberikan uang belanja.
Namun diperoleh dengan jalan pintas. Pria 29 tahun ini tak mau bekerja keras. John Dori justru memilih pinjaman online untuk diberikan pada istrinya.
Sisanya dimainkan slot. Pikirnya bakal menang. Tapi yang didapat adalah kekalahan.
“Cari uang kok main slot, bukannya untung malah buntung,” ungkap Lady.
Wanita 26 tahun ini mengaku suaminya memang tipe orang yang pemalas.
Tapi ia tak habis pikir, sifat pemalasnya dibawa sampai punya anak. Bukannya berubah malah semakin parah.
“Harusnya udah punya anak kan mikir kerja cari uang buat hidup, lah ini malah hambur-hamburin uang,” imbuhnya.
Hampir tiap seminggu sekali John Dori meminjam uang melalui pinjol. Gali lubang tutup lubang.
Begitu saja terus. Uangnya digunakan untuk main slot. Kalau kalah bakal cari pinjaman lagi.
Tidak hanya menggunakan KTP-nya, John juga berani meminjam identitas sang mertua.
Utangnya juga tak pernah dibayar. Karena itulah Lady gedeg. Orang tuanya terus-terusan diteror oleh pinjol. Belum juga teman-teman dan tetangga.
“Kan malu KTP dan nomor disebar ke semua orang. Padahal orang tua nggak salah apa-apa,” akunya.
Lady benar-benar kesal dengan kelakuan suaminya. Meski masih cinta, ia akhirnya minta pegat.
Lady tak tahan dengan gunjingan tetangga yang selalu menyudutkan keluarganya. Kini keduanya masih menjalani sidang di Pengadilan Agama.
Rumah tangga yang baru berjalan tiga tahun ini pun kandas. Hancur berantakan di meja hijau pengadilan.
“Daripada terus-terusan makan hati ya mending pegat sekalian,” jelasnya. (kap/ton)
Editor : Agus AP