RADARSEMARANG.ID, Sangat disayangkan. Rumah tangga John Dori dan Lady Sandi berakhir berantakan. Lady Sandi tak sanggup terus-terusan dikekang. Ia pun pilih hengkang.
Pergi meninggalkan rumah suaminya. Wanita 34 tahun ini sudah lelah hati. Kesabarannya sudah habis. Tujuh tahun menikah, tapi tak bahagia. Hidupnya serasa di jeruji besi.
Tak bisa bebas beraktivitas. Setiap kali ingin keluar rumah, suaminya melarang. Jika dibantah ancamannya bakal dicerai. Sekarang, Lady yang memilih untuk berpisah.
“Dulu masih sayang, pikirnya bisa berubah, ternyata salah,” kata Lady.
Saat menunggu sidang perceraian, ibu satu anak ini bercerita tak bisa bebas keluar rumah.
Suaminya temperamental. Jika kata-katanya tak di turuti, John Dori tidak segan-segan bakal mengurungnya di dalam kamar seharian.
Tidak dikasih makan ataupun minum. Suaminya juga bakal melakukan KDRT. Aplagi jika permintaannya tidak sesuai dengan keinginan. Misalnya Lady masakannya tidak enak ataupun salah menaruh barang.
“Sitik-sitik ngeplak, nendang. Padahal aku juga ra salah (sedikit-sedikit nampar, menendang. Padahal saya juga tidak salah),” ujarnya.
Parahnya lagi, Lady tak boleh pergi ke rumah ibunya. Padahal sudah tiga tahun ia tidak pulang kampung.
Lebaran juga tidak datang. Alasannya berlebaran di rumah suami. Padahal cuma di rumah lontang lantung. John Dori takut istrinya tak balik lagi.
“Mas John takut saya ngadu, makanya nggak mau diajak pulang kampung,” tambahnya.
Setelah berfikir panjang, kini ia mantap untuk hidup sendirian dan fokus ingin membesarkan anak.
Alasannya berpisah karena anaknya. Ia tak mau putri semata wayangnya ini melihatnya disiksa sang ayah. Takutnya trauma dan bisa kebawa hingga dewasa.
“Mantap pisah mbak, misakke anak takut trauma,” tandasnya. (kap/zal)
Editor : Agus AP