"Mau begini dan begitu susah karena suami sangat mengekang," ujarnya saat ditanya penyebab perceraian di Pengadilan Agama Semarang, kemarin.
Menurutnya, meski sudah berstatus sebagai istri, ia punya hak untuk bisa menjalani kegiatan. Setidaknya bukan hanya berdiam diri di rumah. Ia ingin bisa melakukan aktivitas yang bermanfaat.
Diakuinya, ia rindu suasana di mana ia bisa bebas bermain kemana pun. Kini, ia hanya di rumah, mengurus rumah tangga. Kebebasan yang dituntut Lady sebenarnya tak muluk-muluk. Ia ingin bersosial dengan teman-temannya dulu. Ia ingin ikut kegiatan bersama tetangga, serta ingin mengunjungi orang tua secara bebas. "Tapi nggak bisa, harus izin. Dan izin pun sering gak dikasih," katanya.
Karena hal ini, ia merasa tertekan. Tak hanya itu, ia juga sangat bosan menjalani kehidupan yang monoton. Dari pagi sampai malam di rumah. Sudah begitu, John juga jarang mengajaknya berlibur. Sekadar refreshing menikmati wisata lokal, Lady tak pernah merasakan.
Tak hanya karena hal ini Lady memutuskan untuk berpisah. Ia mengungkapkan, sikap John yang cuek membuatnya malas. Sudah tak diberi kebebasan, masih tak diperhatikan. Ia merasakan kasih sayang suaminya sangat kurang. Yang semula sepenuh hati, kini Lady mengaku tak bersimpati. Diakuinya, ia muak dengan John. "Siapa yang betah kalau begitu," ujarnya.
Perihal kehidupannya nanti, Lady pasrah. Yang terpenting ia bisa menghirup nafas dengan lega. Tidak tertekan. Inginnya hanya ingin bebas dan lepas dari ikatan John. "Saya percaya Gusti nanti bakal membantu saya. Sekarang ini ya bagian dari jalan yang ditunjukkan Gusti," tegasnya. (ifa/aro) Editor : Agus AP