Lady mengaku, awalnya memang ia tak ada perasaan sama sekali dengan si John Dori, suaminya. Namun perlahan ia mencoba untuk mencintai. Di tahun pertama pernikahannya, semua baik-baik saja. Mungkin karena sifat asli suaminya belum terlihat. Hingga pada akhirnya, perubahan perilaku John mulai terlihat ketika memasuki usia pernikahan pada tahun kedua saat Lady tengah hamil tua. Hampir setiap minggu rentenir datang ke rumah untuk menagih utang sang suami tatkala ia tengah sendiri di rumah.
“Paling stres waktu saya hamil besar, mbak. Ternyata suami saya itu suka ngutang. Kadang ada dua atau tiga rentenir berbeda datang ke rumah tiap minggunya. Waktu saya tanya nominalnya berapa, saya kaget banget. Bayangin, wanita hamil emosinya susah dikontrol, ini tambah masalah. Asli tertekan banget,” kenang wanita satu anak itu dengan raut wajah sedih.
Mulai dari situlah, percekcokan rumah tangga dimulai. Api yang menyulut rumah tangganya kian membesar, ditambah lagi Lady mulai mengetahui bahwa sang suami adalah pecandu judi online. Lady memberanikan diri untuk menyadap HP agar tahu apa saja yang dilakukan oleh suaminya itu.
“Uang yang diutang suami ternyata untuk judi online, Mbak. Saya nggak mau kalo saya dan anak dikasih makan dari uang haram. Saya udah nggak tahan. Bukan saya yang ngutang, tapi nagihnya ke saya. Sampai motor satu-satunya yang saya punya harus dibawa sama rentenir,” keluhnya.
Lady sudah sangat muak dengan tingkah suaminya itu. Karena itu, ia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya di Pengadilan Agama Semarang. Meski ambyar, keputusan untuk pergi meninggalkan John dirasa lebih tepat bagi Lady daripada harus mempertahankan rumah tangganya.
“Nggak apa, saya bisa hidup sendiri sama anak. Toh saya masih muda, bisa kerja. Cari uang yang halal. Bisa gila saya kalau hidup gini terus, mungkin ini jalan yang dikasih Tuhan biar saya jadi wanita tangguh,” katanya. (mg16/aro) Editor : Agus AP