Korban meninggal diketahui bernama Yuliana Evelien warga Beringin dan AC, bocah laki-laki berusia 4, warga Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan. Keduanya meninggal di lokasi lantaran terjepit bodi mobil yang tertimpa truk dump bermuatan pasir dan batu. Sementara dua orang mengalami luka, yakni MDY dan SGR, merupakan anak Yuliana.
"Bu Yuliana yang nyetir, yang satunya meninggal itu tetangganya. Kalau yang dua anak selamat itu anak-anaknya Bu Yuliana. Itu kan baru pulang sekolah, di Terang Bangsa," ungkap salah satu guru korban, Christy, di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (7/5).
Mobil yang tertimpa truk dump tersebut Agya warna perak metalik bernomor polisi H-1240-FW. Sedangkan truk dump H-1891-DG dikemudikan Muhammad Rozikin, warga Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan.
Truk tersebut juga terlibat kecelakaan dengan truk boks bernopol AB-8402-BF yang dikemudikan Dedi Riswanto, warga Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, mobil Grand Livina H-1796-DQ dikemudikan Michelle Natania, warga Tawangsari, Semarang Barat dan mobil Sigra B-2144-BYP dikemudikan Mulyadi, warga Patean, Kabupaten Kendal.
Informasi yang diperoleh kecelakaan tersebut bermula saat truk dump melaju dari wilayah atas, atau BSB menuju Jrakah. Ketika melintas sebelum lokasi kejadian, truk sudah melaju oleng. Begitu sampai TKP menabrak truk boks yang melaju searah. Kemudian terguling menimpa mobil Agya dari arah bawah atau berlawanan. Selain itu juga sempat menabrak mobil Sigra dan Livina yang searah dengan Agya.
"Truk (dump) dari atas sudah nglakson-nglakson nyari jalan, baru sampai sini nabrak truk galon di depannya. Setelah itu oleng ke kanan, terus terguling menimpa mobil itu yang melaju dari bawah. Kalau dua mobil lainnya yang dari bawah itu itu hanya lecet-lecet mungkin terserempet," ungkap Arif, juru parkir di sekitar lokasi kejadian.
Mobil Agya tersebut langsung ringsek, dan salah satu penumpang di belakang, MDY sempat terpental keluar. Bocah ini selamat. Sedangkan Yuliana dan AC yang duduk di samping kemudi meninggal. Sedangkan SGR yang juga duduk di jok depan terjepit dan juga berhasil dievakuasi dengan selamat.
"Itu saya pas di depan warung, tiba-tiba dengar suara brak. Ternyata mobil tertimpa truk dump. Terus saya juga sempat menolong mengevakuasi. Itu mungkin remnya blong (truk dump), jalannya kenceng," katanya.
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi masih menyelidiki penyebab kejadian ini. Pihaknya juga belum bersedia mengatakan rem truk dump mengalami blong."Sopir truk masih dirawat di rumah sakit, dan masih dalam pengawasan," katanya.
Tiga Jam Terperangkap di Mobil
SGR, gadis yang masih duduk di bangku kelas SD ini selamat dari kecelakaan maut di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan Rabu (7/5) siang. Namun, SGR sempat terperangkap di dalam mobil yang tertimpa truk dump bermuatan pasir dan batu kurang lebih 3 jam.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Para anggota SAR, dibantu relawan, dan petugas kepolisian bekerja keras untuk membongkar bongkahan batu dan pasir yang masih berada di dalam truk dump yang terguling. Selain itu, juga untuk mencari celah supaya SGR mendapat udara. Ia harus juga dibantu diberikan saluran oksigen yang terhubung ke mobil petugas kesehatan.
"Dia posisinya tertelungkup, tapi tidak terjepit. Untungnya ada mesin yang bisa menahan bodi dump truk tadi," ungkap Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartono, yang memimpin proses keselamatan di lokasi kejadian.
Awalnya, proses evakuasi hanya mengandalkan tenaga manusia. Selang satu jam, datang dua alat berat yang diperbantukan di lokasi untuk menarik dan mengangkat bodi truk dump. Namun demikian, proses ini masih berlangsung lama dan perlu kehati-hatian mengingat korban SGR masih terperangkap di dalam mobil Agya.
"Kendalanya, memang ruangnya sempit terbatas. Kita butuh mengangkat sedikit (material batu pasir) untuk memberikan ruang korban (selamat). Jadi kita mengamankan yang di bawah supaya tidak roboh kembali," bebernya.
Setelah dilakukan upaya keras, korban berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 15.30. Korban SGR pun diangkat dan wajahnya tampak tersenyum simpul, meski sedikit menahan rasa sakit. Namun tidak terlihat adanya luka parah di tubuh bocah berkacamata ini.
"Kondisinya masih sehat, masih stabil, masih bisa memanggil orang tuanya," jelasnya.
Keberhasilan tersebut mendapat tepuk tangan para warga yang mengerubuti lokasi kejadian. Korban lantas dimasukkan ke ambulans untuk diperiksa. Selanjutnya, dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna dilakukan perawatan lebih lanjut. (mha/ton) Editor : Agus AP