Ide ini dilakukan, lantaran melihat banyaknya tanaman enceng gondok tumbuh subur di Kali Banger sepanjang tiga kilometer. Selama ini tanaman air itu menjadi penyebab banjir di wilayah Semarang Timur. “Kalau dibiarkan akan menyebabkan pendangkalan sungai," kata kata Kusnandir, Selasa (6/6).
Selain itu, jika pembersihan dipakai alat berat dan dibuang ke TPA Jatibarang kan perlu biaya yang tinggi. Makanya, ia berinisiatif mengubahnya menjadi pupuk bermanfaat bagi urban farming.
Enceng gondok itu kemudian diangkut setiap untuk dijadikan pupuk. Caranya dengan mesin pencacah. “Satu truk enceng gondok, bisa menghasilkan dua sampai tiga karung pupuk organik," ujarnya.
Melihat potensi ini, Kusnandir berencana mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik dari enceng gondok. Sehingga bisa menjadi pemasukan dan nilai ekonomi bagi warga setempat.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Semarang Timur, Nur Wahyuni Ekomawati, mengatakan pemanfaatan enceng gondok menjadi pupuk merupakan terobosan baru. Yakni memanfaatkan tumbuhan gulma menjadi bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
"Terlebih, Wali Kota Semarang saat ini tengah menggiatkan untuk urban farming. Karena pupuk organik ini sangat sehat dan aman, berbeda dengan pupuk kimia yang meninggalkan residu dan merusak tanah," jelasnya. (fgr/bas) Editor : Agus AP