Beberapa tempat yang di sasar, di antaranya BOSQ Karaoke n Club Jalan Pandanaran, ONZ Jalan Imam Bonjol, membuat sejumlah pengunjung terkejut dan panik.
Utamanya pengunjung pria yang sedang didampingi LC (lady companion) atau PK (pemandu karaoke). Mereka langsung memalingkan badan. Menyembunyikan muka, berupaya menghindari sorotan kamera. Ada juga yang marah.
"Itu kenapa foto-foto, saya keberatan, enggak mau," kata seorang pengunjung pria saat akan diperiksa kepada petugas BNN yang mengambil dokumentasi.
Petugas kemudian meminta pemilik membuka dan mengeluarkan semua barang bawaannya. Memastikan tidak ada benda-benda yang menyalahi aturan. Narkoba maupun sajam. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan pupil mata dan tes urine.
Di tempat lain, manajemen sempat enggan tempatnya dirazia. Namun setelah diberi pengertian, akhirnya bisa melakukan razia. Hasilnya, ada pengunjung yang positif mengonsumsi narkoba dengan kandungan zat benzodiazepine.
"Ada empat tempat yang kami razia. Yang dites urine ada 90 orang," ungkap Kasie Intel BNN Jawa Tengah, Kunarto, Kamis (1/6).
Kabid Berantas BNN Jateng, Kombes Pol Arief Dimyati menambahkan, razia dilakukan oleh tim gabungan. Langkah ini sebagai upaya pencegahan peredaran narkoba. Dan akan dilakukan secara rutin.
"Tadi ada empat tempat hiburan malam. Hasilnya, ada tiga orang positif zat benzodiazepine. Kita akan dalami. Yang bersangkutan akan kita periksa lebih lanjut di kantor BNN, kenapa dia menggunakan benzodiazepine," ungkapnya.
Arief Dimyati menambahkan, razia juga sebagai upaya deteksi dini pengguna narkoba. "Karena dengan cara deteksi dini inilah seseorang bisa kita ketahui memakai narkoba atau tidak. Kita laksanakan secara selektif, kita cek pupil mata dulu, kemudian kita lanjutkan dengan tes urine," bebernya.
Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol Heru Pranoto, kemarin turutn turun ke lapangan. Menurutnya, bagi pengguna akan dilakukan rehabilitasi. Sedangkan pengedar akan diproses hukum.
"Kami berharap masyarakat bekerja sama, saling memberikan informasi antar setiap lapisan," imbuhnya. (mha/zal) Editor : Agus AP