Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kepadatan di depan GT Kalikangkung terjadi sekitar pukul 12.30. Setelah itu, pukul 13.30 mengalami longgar. Namun kendaraan pemudik kembali menumpuk sekitar pukul 14.30.
"Antrean lumayan panjang mulai KM 411 sampai GT Kalikangkung KM 414. Setelah GT Kalikangkung sampai exit tol Krapyak juga padat," ujar salah satu petugas pembantu pengaturan jalan di GT Kalikangkung.
Jumlah gardu yang difungsikan untuk kendaraan masuk GT Kalikangkung sebanyak 15 titik. Sedangkan keluar atau menuju arah barat, tidak ada lantaran sedang diberlakukan one way sejak Selasa (18/4).
"Sebanyak 15 gardu dipakai semua untuk yang masuk Semarang. Kalau hari biasanya ya normal delapan gardu untuk masuk, dan lima gardu keluar," bebernya.
Salah satu pemudik Sarwono mengaku mengalami ketersendatan sejak dua kilometer sebelum masuk GT Kalikangkung. "Tadi mulai krodit sekitar dua kiloanmeter. Ini mau mudik ke Wonogiri," ujarnya.
Sarwono mudik bersama anak dan istrinya. Ia berangkat dari Cileungsi, Bogor pada pukul 07.00, dan mendekati GT Kalikangkung sekitar pukul 15.53.
"Alhamdulillah tidak macet. Macetnya cuma di Tol Cikarang Utama, sempat ngantre," katanya.
Hingga petang kemarin, antrean panjang kendaraan pemudik masih terlihat di GT Kalikangkung. Karena ada penumpukan kendaraan itu, Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah memutuskan untuk memberlakukan one way lokal mulai GT Kalikangkung hingga Bawen sekitar pukul 16.30.
Pemberlakuan one way lokal ini mengingat menumpuknya kendaraan di GT Kalikangkung. Sehingga harus mengambil langkah untuk memecah arus lalulintas. Meski demikian, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho mengatakan belum terjadi kemacetan, melainkan hanya kepadatan kendaraan.
"Sebetulnya ini menurut saya belum kemacetan, masih padat. Karena ini memang di gate tol (Kalikangkung), kapasitas arus yang cukup tinggi, di atas 3.000 kendaraan. Ini sudah lebih dari 3.200 harus kita berlakukan one way (lokal) diperpanjang sampai KM 442 Bawen. Kita buka sekarang 10 menit lagi (kemarin)," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dirlantas juga mengakui akan terus melakukan evaluasi terkait arus lalulintas mudik. Menurutnya, manakala masih terjadi kepadatan kendaraan di wilayah Jawa Tengah juga akan mengambil tindakan pemberlakuan sama, memperpanjang one way setelah Bawen.
"Kalau masih padat, artinya masih merambat, nanti akan kami perpanjang lagi sampai Salatiga. Jadi, untuk buangannya, tidak harus sampai Bawen, tapi buangannya sampai Salatiga. Karena dimungkinkan sore ini puncaknya," bebernya.
Agus Suryo juga telah mengambil tindakan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di Jalan Tol Batang-Semarang, khususnya dekat GT Kalikangkung. Langkah yang dilakukan adalah membuang arus lalu lintas keluar lewat exit tol Kaliwungu.
"Tadi saat perlambatan atau penumpukan di gate tol Kalikangkung, sudah dibuang ke kaliwungu. Kapasitas arus kendaraan dari barat cukup banyak, termasuk juga visi rasionya memang juga harus kami berlakukan one way lokal," ujarnya.
Dia menegaskan, pemberlakuan one way lokal juga dilakukan seizin Kapolda Jawa Tengah dan Kakorlantas. Menurutnya, langkah yang diambil dan dilakukan betul-betul memecah arus dengan skenario one way.
"Sore ini per jam 3.200 sekian kendaraan. Kalau dari kemarin, dari 30 ribu menjadi 46 ribu. Maka ada lonjakan yang cukup tinggi. Sehingga memang sudah betul Polda Jawa Tengah membuat alternatif one way lokal," katanya.
"Termasuk juga nanti harus mengendalikan exit-exit tol lain, termasuk Krapyak, Banyumanik, sampai Bawen, harus kita kelola. Karena arah yang dari Solo itu kan numpuk di Bawen. Itu yang nanti akan kita kelola," sambungnya.
Kendaraan dari arah barat yang masuk GT Kalikangkung ini, Agus Suryo menyebutkan ada yang tujuan dalam Kota Semarang dan sekitarnya. Ada juga menuju arah Solo dan Jawa Timur.
"Artinya, pengguna kendaraan lokal pun melintasi Banyumanik. Seperti tadi malam itupun hampir 2.000 bedanya, dari gate tol Kalikangkung, termasuk keluar gate Banyumanik," jelasnya. (mha/aro) Editor : Agus AP