Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Perumahan Dinar Indah Semarang Ungkap Alasan Tolak Direlokasi ke Rumah Susun

Agus AP • Rabu, 22 Februari 2023 | 16:23 WIB
Warga Dinar Indah Semarang harus berjibaku dengan banjir setiap hujan lebat mengguyur wilayahnya. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Warga Dinar Indah Semarang harus berjibaku dengan banjir setiap hujan lebat mengguyur wilayahnya. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang Warga Perumahan Dinar Indah Blok 7 RT 06 RW 26, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang masih terus dihantui oleh banjir terutama saat hujan lebat mengguyur wilayahnya.

Tanggul darurat yang diuat tak mampu menahan luapan sungai Pengkol yang berada di sebelah perumahan mereka. Warga pun diminta bersedia direlokasi ke rumah susun (rusun) yang akan dipersiapkan Pemkot Semarang.

Warga sendiri menolak direlokasi ke rusun. Mereka minta direlokasi di Blok 2 yang masih menjadi aset penggembang. Warga menggelar aksi demo di kompleks perumahan setempat, Senin (20/2) sore,

"Tanah/bangunan ini dalam pengawasan warga RT 6 RW 26 Blok 7 dan kami bukan warga bantaran Sungai Banjir Kanal Timur, relokasi ke rusunawa bukan solusi,” kata Ketua RT 6 RW 26 Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh Patris Olla

Mereka berjalan kaki menuju Perumahan Dinar Indah Blok 2 yang merupakan aset milik pengembang yang bisa jadi tempat relokasi. "Kami berupaya untuk mengawasi lahan ini supaya ke depan pemkot bisa merelokasi ke Blok 2 ini," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berdasarkan site plane yang didapatkan warga, lanjut dia, Blok 2 masih ada lahan kosong. Diperkirakan bisa sampai 30 rumah yang bisa dibangun. "Ada 10 unit rumah yang kami awasi karena sudah jadi," ujarnya.

Menurutnya, lahan Blok 7 RT 6 RW 26 tidak layak dijadikan tempat tinggal, dan boleh menempati relokasi di rusunawa. Karena warga membeli rumah dengan akad resmi. "Pengembang sudah menghilang sejak tujuh tahun lalu ketika banjir pertama datang," katanya.

Baca Juga: Menolak Direlokasi ke Rumah Susun, Warga Dinar Indah Semarang Minta Direlokasi ke Blok 2



Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan, permasalahan banjir di Perumahan Dinar Indah harus diselesaikan dengan berbagai pihak, salah satunya Kabupaten Semarang. Apalagi hulu Sungai Pengkol yang merupakan daerah aliran (DAS) Sungai Babon, ada di kabupaten tetangga.

“Selama belum ada perbaikan dari hulu, ya akan kayak gitu terus. Yang kami pikirkan, bagaimana masyarakat tidak menjadi korban? Harus ada kerja sama dari pemerintah pusat maupun provinsi dan Kota Semarang sendiri,” jelas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang ini.

Ia menjelaskan, pemkot selalu  membantu warga melakukan pembersihan setelah banjir terjadi. Namun karena tanggul Perumahan Dinar Indah Jebol, ketika air sungai tinggi banjir kembali terjadi. Iswar pun menyebut, setelah dibersihkan, kembali terjadi banjir yang menggenagi rumah warga. “Kemarin, tanggulnya  juga jebol lagi. Harus penanganan  permanen dari atas,” tegasnya.

Iswar menyayangkan pengembang Perumahan Dinar Indah yang kabur. Pemkot juga sudah memberikan peringatan kepada pengembang Perumahan Grand Tembalang yang juga banjir karena limpasan Sungai Babon.

“Perumahan Grand Tembalang juga sudah kita peringatkan. Untuk Perumahan Dinar Indah nggak ketemu pengembangnya. Kalau Grand Tembalang  sudah dibuatkan SP (surat keterangan) di Dinas Tata Ruang,” katanya.

Pemkot, lanjut dia, tidak bisa bergerak sendiri. Perlu kebijakan dari Pemerintah Pusat atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali –Juana untuk melakukan normalisasi. Upaya yang dilakukan saat ini adalah pembuatan kisdam agar air tidak kembali menggenangi perumahan warga.

“Pemkot memiliki keterbatasan anggaran, sehingga harapan kami mereka mau menempati rusun,” ujarnya. (den/fgr/aro) Editor : Agus AP
#top #perumahan dinar indah semarang #Banjir Semarang #relokasi warga dinar indah semarang #Banjir Bandang