Istri dari anggota DPRD Jateng Alwin Basri ini akan dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang.
Dalam pelantikan Mbak Ita sebagai orang pertama di Kota Semarang, juga akan dihadiri oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi dan sejumlah pejabat serta tamu undangan lainnya.
Usai pelantikan, Pemerintah Kota Semarang akan menggelar tasyakuran dengan mengundang masyarakat, tokoh agama dan juga tokoh masyarakat di halaman Balai Kota Semarang.
Mbak Ita menyiapkan pesta rakyat dengan menggandeng puluhan pelaku UMKM di Kota Semarang, Tak tanggung-tanggung pesta rakyat akan dilakukan di dua tempat, yakni di halaman balai kota sore ini, dan kompleks kantor Gubernuran Jateng pada Senin (30/1) pagi ini sampai sebelum pelantikan.
“Tadi gladi kotor dan bersih berjalan dengan lancar, saya harap besok (hari ini) juga lancar meskipun deg-degan, apalagi Ibu Mega rawuh. Harapan saya beliau bisa menjadi spirit saya dan Pemerintah Kota Semarang," katanya usai mengikuti gladi bersih, Minggu (29/1).
Ibunda dari M. Farraz Razin Perdana ini membeberkan, akan digelar pesta rakyat di dua tempat, yakni di halaman kantor Provinsi Jawa Tengah pada pagi hari hingga siang hari. Kemudian, dilanjutkan sore hari pesta rakyat sekaligus syukuran pelantikan dirinya sebagai wali kota dan tasyakuran Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi.
"Nanti masyarakat, komunitas-komunitas, bersama pemda menyatu. Cukup pesta sehari saja. Selanjutnya, harus bekerja seperti kemarin-kemarin," ucap Mbak Ita.
Ia menyebutkan, akan ada banyak gerobak-gerobak makanan dari pelaku UMKM. Pesta rakyat ini disuguhkan gratis bagi masyarakat. Ada pula pertunjukan musik yang akan berlangsung di balai kota. Selain itu, ada perkumpulan sepeda onthel, motor antik dan komunitas-komunitas lain yang bakal memeriahkan pesta rakyat di Balai Kota Semarang.
"Kami mengundang pelaku UMKM. Makanan semua dari masyarakat. Ini betul-betul bersama masyarakat mangayubagyo," ungkapnya.
Lebih lanjut, Mbak Ita menambahkan ada pembagian sembako bagi anak yatim piatu, tenaga kebersihan, dan warga tidak mampu. Paket sembako ini dari para kolega yang memberikan apresiasi kepadanya atas pelantikan ini.
Seperti diketahui, Mbak Ita memberikan imbauan untuk tidak mengirimkan karangan bunga dan menggantinya dengan paket sembako yang bisa disumbangkan. Hingga Minggu (29/1) kemarin, sumbangan paket sembako terus berdatangan, termasuk dari Jawa Pos Radar Semarang.
“Kemarin terkumpul 11 ribu paket, tapi saat terjadi bencana dibagikan kepada korban bencana. Saat ini, masih ada sekitar lima ribu paket. Setelah pelantikan kita bagikan 1.000 paket, nanti diberikan simbolis di balai kota kepada 10 orang, sisanya dibagi per kecamatan,” katanya.
Mbak Ita memohon maaf kepada pihak-pihak yang tidak diundang dalam pelantikan di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Hal itu mengingat tamu undangan terbatas. Namun dia memastikan, banyak pihak diundang pada pesta rakyat yang digelar di balai kota.
Selain Megawati, lanjut Mbak Ita, Sekjen PDIP Hasto Kristanto berserta fungsionaris partai juga bakal hadir. Anggota DPR RI, Menteri PPA Bintang Puspa Yoga, Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi, ketua dan angota DPRD Kota Semarang, kepala daerah di Provinsi Jateng, serta yang lainnya.
Ratusan penari dengan iringan musik rebana dan gamelan bakal menyambut Mbak Ita, serta kedatangan Megawati Soekarno Putri, petinggi partai, dan rombongan menteri dari halaman parkir sampai lobi gedung di komplek kantor Gubernuran Jateng .
Persiapan untuk memeriahkan pelantikan, Minggu (29/1) kemarin pun terlihat santai namun serius. Sebanyak 177 lurah yang ada di Kota Semarang, dan 16 camat, bakal ikut dalam rombongan penari.
"Kita akan sambut dengan tadi Semarangan, karena tarian ini kental dengan akulturasi budaya, ada entis China, Jawa, Eropa, Arab, bahkan India. Mereka juga masuk dalam rombongan penari ini," kata pengasuh Sanggar Greget Semarang Yoyok Priambodo.
Yoyok menerangkan, dalam rombongan penari juga akan diarak warak mini, yang merupakan budaya khas Semarang. Juga ada pengiring lagu, berupa gamelan dan rebana. "Musik gamelan dan rebana ini perpaduan antara budaya Islam dan Jawa," tambah dia.
Lurah dan camat, lanjut dia, mendapat tugas dalam rombongan tari, yakni membawa panji batik dengan motif asem, yang merupakan batik khas Semarang.
"Kita kan punya batik khas, itu juga yang kita tampilkan. Total penari dan iring-iringan ada 180 peserta," katanya.
Sementara itu, ditanya terkait pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, Mbak Ita menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada hasil Rakornas Kepala Daerah lalu, kemiskinan, stunting, investasi, dan penggunaan produk dalam negeri menjadi sektor yang perlu diperhatikan. Selain itu juga pengentasan banjir di Ibu Kota Jateng.
“Penurunan angka kemiskinan ditargetkan harus 0 persen, dan angka stunting sebesar 14 persen. Intinya saat RKPD kemarin, RKPD 2024 tidak boleh terputus dengan program 2023. Yang 2023, soal inflasi, investasi, stunting, kedaulatan pangan, penggunaan produk dalam negeri, lalu pengentasan banjir,” bebernya. (den/aro) Editor : Agus AP