Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Ratusan warga Kandri Semarang Meriahkan Kirab dan Nyadran Kali

Agus AP • Senin, 23 Januari 2023 | 19:01 WIB
Warga Kandri melakukan kirab budaya dengan membawa gunungan berupa sembako, hasil bumi, buah-buahan, dan makanan yang merupakan rasa syukur kepada Tuhan YME Minggu (22/1). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Warga Kandri melakukan kirab budaya dengan membawa gunungan berupa sembako, hasil bumi, buah-buahan, dan makanan yang merupakan rasa syukur kepada Tuhan YME Minggu (22/1). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan warga RW 1 Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, yang mengenakan pakaian adat berbondong-bondong membawa gunungan berupa hasil bumi dengan diiringi beberapa kesenian seperti tari-tarian tradisional dan barongsai.

Mereka melakukan kirab budaya dan nyadran Kali Sendang Gede dalam peringatan Dasa Warsa Desa Wisata Kandri, Minggu (22/1).

Ini kegiatan tahunan yang dilakukan setiap Jumadil Akhir pada Kamis Kliwon ini tidak hanya gelar budaya dan nyadran sendang saja, namun memperingati 10 tahun Desa Wisata Kandri.

Adapun rangkaian kegiatan Dasa Warsa Desa Wisata Kandri dimulai dari malam Kamis Kliwon terdapat mujahadah di Sendang Gede. "Kemudian Jumat paginya bersih-bersih sendang dan selametan," katanya.

Sejak semalam (Sabtu malam 21/1) digelar kirab Tirtasuci Dewi Kandri dilanjutkan pawai obor.

"Kalau pagi ini rangkaiannya sebelum pembukaan nyadran, ada santunan yatim piatu yang diberikan oleh Plt Wali Kota Semarang, gelar budaya nyadran kali, dan diteruskan gebyar UMKM di rumah petani, pesta rakyat yang selesai pukul 17.00," kata Ketua Panitia Dasa Warsa Desa Wisata Kandri, Masduki.

Untuk kirab budaya digelar di RW 1 dimulai dari Sendang Kali Kidul hingga Sendang Gede atau sekitar 2 kilometer. Masyarakat membawa gunungan berupa sembako, hasil bumi, buah-buahan, dan makanan yang merupakan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah diberikan air yang melimpah.

Terdapat kepala sapi yang dikirab bersama gong, dan jadah. Kepala sapi ini perwujudan pengetahuan orang tua di Kandri dalam mendidik anaknya agar pinter, gong sebagai simbol menyuarakan Kandri sampai tingkat internasional. "Dan jadah untuk merekatkan warga," katanya.



Semua makanan disediakan oleh masyarakat Kelurahan Kandri karena rasa syukurnya. "Sendang ini merupakan sumber mata air untuk pertanian karena wilayah kita tidak ada aliran sungai," jelasnya didampingi Camat Gunungpati, Sabar Trimulyono dan Lurah Kandri, Mutmainah.

Juru Kunci Sendang Gede, KH Ahmad Supriyadi mengungkapkan kirab budaya dan nyadran sendang ini merupakan bagian untuk meneruskan budaya leluhur. "Dulu tidak ramai sekarang, ini berkat penataan dari Pemkot Semarang," kata Supriyadi yang sudah 14 tahun menjadi juru kunci Sendang Gede.

Menurutnya, dulunya di wilayah Sendang Gede muncul air yang sangat besar. Sehingga masyarakat sekitar takut jika desanya tenggelam. "Kemudian dicarikan orang pintar disuruh memberikan tumbal kepala kerbau, gong, dan jadah," katanya.

Plt Wali Kota Semarang Havearita Gunaryanti Rahayu yang membuka acara tersebut sangat mengapresiasi peringatan Dasa Warsa Desa Wisata Kandri ini.

"Kegiatan ini ke depannya bisa lebih besar lagi. Tentu akan mendatangkan wisatawan ke sini. Karena tadi malam Pak Menteri BUMN bilang, kita harus mendatangkan wisatawan domestik maupun manca negara," katanya.

Mbak Ita –sapaan akrabnya- berharap, event di wilayah Kecamatan Gunungpati ini bisa dikemas terintegrasi seperti daerah lain.

"Meskipun Kota Semarang ini metropolitan, masih banyak desa wisata yang bisa lebih dioptimalkan dan ditingkatkan. Termasuk membetuk desa wisata baru," imbuhnya. (fgr/ida) Editor : Agus AP
#top #Dasa Warsa Desa Wisata Kandri #Kirab Budaya #nyadran Kali Sendang Gede #Kelurahan Kandri #Kecamatan Gunungpati