Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Semarang Sulap Limbah B3 Jadi Emas 24 Karat, Setiap 1 Kg IC Komputer Hasilkan 6-7 Gram Emas

Agus AP • Rabu, 18 Januari 2023 | 15:29 WIB
Haris Kertorahardjo saat membacakan puisi
Haris Kertorahardjo saat membacakan puisi
RADARSEMARANG.ID - Komponen elektronik di handphone dan komputer bekas ternyata mengandung emas. Tak percaya? Itu sudah dibuktikan oleh Ahmad Arifin, 56, warga RW 8 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Ia mengubah limbah B3 itu menjadi emas 24 karat.

Teras rumah bercat hijau itu dipenuhi komponen handphone dan komputer bekas. Ada juga alat pemotong besi, jerigen berisi cairan kimia, alat pengelasan, dan perkakas lainnya. Tampak Ahmad Arifin dan pekerjanya tengah memanasi potongan logam dalam bejana dari gerabah.

Proses menghasilkan emas dari limbah B3 ini memang perlu tahapan dan kesabaran. Namun pria yang menjabat Ketua RW 8 Kelurahan Tambakrejo ini sudah memetik hasil berupa emas 24 karat dari komputer dan hanpdhone bekas ini.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, pria yang akrab disapa Ipin ini mengaku awalnya sebagai pengepul barang bekas alias rosok. “Saya jadi pengepul rosok sejak 2006-2011,” katanya.

Nah, suatu hari ia melihat Malik, temannya, mencari handphone dan komputer bekas. Katanya komponen IC (integrated circuit) dari barang bekas itu mengandung emas. "Komponen eletronik IC ini dilapisi emas, karena emas penghantar listrik yang baik," ujarnya.

Karena penasaran, Ipin pun belajar kepada temannya di Jepara yang bisa mengetes kandungan emas.  Sebab, di Semarang tidak ada pengolahan emas seperti itu. Ia pun belajar otodidak hingga menghabiskan banyak uang. "Itupun saya hanya bisa mengolah perak pada tahun 2010," kata ayah empat anak ini.

Ia baru berhasil mendapatkan emas pada 2016-2017. Ia mengetes komponen elektronik IC itu mengandung emas dengan cairan kimia HNO3 dan HCL. “Kalau dites pertama pakai cairan kimia tidak hilang, berarti ada emasnya. Kalau ngetes kedua hilang, berarti tidak ada," jelasnya.

Dikatakan, setiap satu kilogram IC dari komputer dapat menghasilkan 7 - 9 gram emas. Untuk prosesnya, pertama-tama komponen IC dibakar dijadikan 3 ons tembaga batangan mengandung logam mulia dengan blender las selama sekitar 15 - 30 menit.

Setelah itu, lanjut dia, tembaga dicairkan dengan zat asam menggunakan kompor elpiji dengan gelas tahan api. "Endapan di bawah itu emas kotor dengan kadar 6 karat. Sedangkan endapan di air itu perak," katanya.

Proses selanjutnya, endapan itu disaring melalui proses garamisasi sampai air bening. “Air itu dikasih garam, sudah turun kadarnya,” ujarnya.



Nah, kalau berubah kehijau-hijauan berarti emas dan paladium. Kalau air berwarna biru, masih mengandung tembaga. Kalau penuaan emasnya di air, maka tembaganya diendapkan. “Lumpur itu banyak kandungan logam emasnya,” katanya.

Untuk mendapatkan emas 24 karat, maka endapan disaring lagi. "Ya, empat hingga lima kali proses," katanya.

Dalam seminggu, ia bisa menghasilkan tiga gram emas. Per gramnya dijual seharga Rp 925 ribu.“Satu bulan dapat 12 - 15 gram atau senilai Rp 10 juta,” ujarnya.

Emas itu dijual ke sejumlah toko perhiasan di Kota Semarang. Ada juga yang dibuat cincin oleh warga Karang Kimpul RT 1 RW 3 Kelurahan Tambakrejo. "Termasuk dibeli pedagang emas di emperan toko. Itu banyak yang beli ke saya,”ujarnya.

Jawa Pos Radar Semarang bersama Lurah Tambakrejo Sukiswo sempat ditunjukkan emas 24 karat hasil mengolah komponen komputer bekas. “Ini sudah siap dijual,” kata Ipin.

Diakui, kendala dalam pengolahan emas dari komponen IC handphone dan komputer ini adalah belum tersedianya alat smelter. Alat ini untuk menjadikan lumpur dan IC komputer menjadi logam dan tidak lagi menggunakan elpiji.

"Kalau pesan smelter di Bandung kapasitas 10 kg, harganya sampai Rp 40 juta. Itu  belum termasuk gensetnya," katanya.

Dikatakan, limbah dari pembuatan emas  ini jika dikasih soda api akan menjadi pupuk. "Jadi, tidak ada yang terbuang sia-sia," jelasnya.

Saat ini, ia ingin melatih orang untuk mengolah limbah B3 ini menjadi emas. “Limbah B3 ini bisa dijadikan tembaga atau seng. Kalau dicemplungin ke sungai, ikan pasti mati," katanya. (fgr/aro)

  Editor : Agus AP
#ic jadi emas #Komponen elektronik #komputer bekas