Hal itu juga yang dilakukan Camat Semarang Barat Elly Asmara. Sebagai anggota KORPRI, ia selalu dituntut berinovasi dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan di tingkat kecamatan.
Menjabat Camat Semarang Barat menjadi tantangan tersendiri bagi Elly Asmara. Elly --sapaan akrabnya-- dituntut untuk terus mempunyai inovasi dalam membangun keguyuban masyarakat.
Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan lomba seni. Ide ini muncul ketika Kecamatan Semarang Barat menjalankan program pemerintah untuk melakukan pelayanan akhir pekan pada September lalu.
Elly berpikir untuk mempersembahkan hiburan dengan memberdayakan warganya.
Yakni, meminta tiap kelurahan untuk mengirim warganya mengikuti pentas menyanyi dangdut.
Karena antusias masyarakat yang tinggi, pihaknya pun akan menggelar Semar Idol (Semarang Barat Idol) dengan genre dangdut tingkat kecamatan.
Menurutnya, dengan mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, kedekatan akan lebih terjalin.
Nantinya masyarakat juga bisa berdiskusi secara langsung dengan camat atau lurah. Sehingga permasalahan yang terjadi di lingkup masyarakat bisa diselesaikan.
“Kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi kepada warga, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Karena saya merasa mereka tidak akan datang ke kelurahan ataupun kecamatan ketika tidak ada masalah,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Senin (28/11).
Camat muda ini mengaku, nantinya akan ada audisi di tiap kelurahan. Adapun syarat untuk mengikutinya minimal berusia 17 tahun.
Selain untuk menambah kepercayaan masyarakat, kegiatan ini juga untuk lebih merekatkan hubungan antara kecamatan dan kelurahan.
Menurutnya, masyarakat kurang berminat dengan gaya komunikasi kecamatan dan kelurahan yang konvensional. Maka hadirlah gelaran Semar Idol ini.
“Dalam kegiatan ini nanti tidak hanya camat, lurah, dan pegawainya saja yang bertugas. Karangtaruna dan masyarakat juga akan ikut terlibat. Sehingga komunikasi antara kami ini bisa terjalin lebih baik lagi,” kata mantan Kepala Bidang Pajak Daerah II Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang ini.
Ke depan bagi yang lolos mengikuti Semarang Barat Idol, Elly akan memastikan mereka bisa diberdayakan dengan baik.
Setidaknya bisa menghasilkan job dan rekaman. “Output-nya ini nanti memberdayakan mereka agar nanti yang lolos bisa dapat pekerjaan. Kita carikan job, kemudian bisa rekaman, harapannya seperti itu,” ujarnya.
Inovasinya yang lain dalam memimpin Semarang Barat adalah dengan gencar melakukan sosialisasi program Pemerintah Kota Semarang melalui sosial media.
Sehingga ia banyak dilirik serta memudahkan masyarakat dalam menggali informasi. Berkolaborasi dengan stakeholder yang lain, pihaknya juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah pada 30 November 2022 besok.
Masyarakat bisa mendapatkan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Semua informasi dan program kegiatan pemkot memang harus disosialisasikan. Nah media sosial ini menjadi alternatif yang paling mudah, karena semua kalangan masyarakat mengaksesnya. Harapannya, informasi yang ada bisa terserap dengan baik,” kata pemilik akun Instagram, Facebook, dan Tiktok @ellyasmara ini.
Suami dari Femega Dian Putriani ini juga turun langsung untuk mengecek kondisi lapangan.
Pihaknya berharap agar masyarakat melek terhadap teknologi. Sehingga apapun yang berkaitan dengan program pemkot bisa sampai kepada masyarakat dengan baik.
Alumnus IPDN ini juga pernah mendapatkan penghargaan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) atas partisipasinya dalam mengampanyekan Sahabat Anak Indonesia.
Pihaknya memberikan ruang bagi anak sekaligus melaksanakan seminar serta mengajak anak-anak untuk melestarikan permainan tradisional.
“Kemarin kita juara dua sebagai kecamatan layak anak. Kegiatan ini tak lain adalah untuk mendukung serta mewujudkan Kota Semarang menjadi kota layak anak,” ujarnya bangga.
Hal lain yang dilakukannya adalah membina Pos PAUD Tirta Kenanga yang berfokus untuk mengajak anak melakukan kegiatan positif. Pos PAUD Tirta Kenanga ini juga terintregasi dengan Posyandu dan kegiatan PKK.
“Kuncinya adalah melayani dengan baik. Edukasi program pemerintah juga kita gencarkan,” tandas pria yang sekarang tengah menempuh program doktoral di Undip Semarang ini. (kap/aro) Editor : Agus AP