Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pemkot Semarang Matangkan Proyek Strategis Underground Simpang Lima

Agus AP • Rabu, 23 November 2022 | 15:57 WIB
Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin saat membuka FGD mengenai DED Masjid Raya Mijen dan Underground Simpang Lima, kemarin. (Istimewa)
Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin saat membuka FGD mengenai DED Masjid Raya Mijen dan Underground Simpang Lima, kemarin. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemkot Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Detailed Engineering Design (DED) Masjid Raya Mijen dan Underground Simpang Lima di Rooms Inc Hotel, Selasa (22/11).

FGD ini dilakukan untuk mematangkan potensi Kota Semarang dalam merespon pembangunan yang semakin pesat dan banyaknya proyek strategis nasional (PSN) di sekitar Kota Semarang. Underground Simpang Lima sendiri masuk dalam PSN yang berarti proyek ini didukung oleh Pemerintah Pusat.

“Semarang ini beruntung, karena dengan adanya proyek strategis nasional seperti Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Terpadu Kendal, hingga rencana pemindahan ibu kota negara di Kalimantan, membuat letak Semarang di tengah atau jadi pusat. Bahkan kita telah membuat city branding yang baru, yakni Simpul Ekonomi Jawa,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin, Selasa (22/11).

Pemkot, kata dia, harus cepat memberikan respon cepat setiap peluang yang tercipta dari pertumbuhan kawasan industri. Karena perkembangan kawasan industri di Jateng saat ini membuat investor menjadikan Kota Semarang sebagai pusat logistik. Bahkan ada yang sudah mengajukan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) atau izin lokasi sebesar 250 hektare. Menurunya, ke depan investasi akan terus tumbuh.

“Singapura bisa tumbuh, padahal tidak punya apa-apa. Itu karena logistiknya. Ini yang akan kita lakukan di Kota Semarang. Bahwa dengan pembangunan sebagai pusat logistik di Kota Semarang, kita akan bisa berlari kencang. Untuk itu, semua wilayah di kota harus kita pikirkan,”tandasnya.

Pembangunan Underground Simpang Lima merupakan salah satu Proyek Strategis Kota Semarang RPJMD Tahun 2021-2026. Pengembangan tersebut dalam rangka untuk mengurangi kemacetan, khususnya di kawasan Simpang Lima, serta sebagai pusat perekonomian Kota Semarang, yang di dalam penyusunannya memperhatikan RTRW Kota Semarang tahun 2011-2031.

Sementara itu, selain sebagai pusat kegiatan ibadah, Masjid Raya Semarang yang sedianya berada di Mijen juga menjadi salah satu ikon religius baru masyarakat kota Semarang. Masjid Raya Semarang digadang menjadi destinasi wisata religi di Semarang.

Hal ini didukung dengan ditunjuknya Mijen sebagai kawasan strategis yang diperkuat dengan penempatannya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Kota dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan tahun 2015-2025. “Kita jangan terlambat. Ke depannya investasi di Kota Semarang pasti akan terus tumbuh,” katanya optimistis. (den/aro) Editor : Agus AP
#Masjid Raya Mijen #Detailed Engineering Design #pemkot semarang #Underground Simpang Lima