"Ibu ini (korban) sudah tiga bulanan di Jakarta. Menengok cucu kedua. Jadi, anaknya yang di Jakarta baru melahirkan anak kedua," ujar tetangga korban, Kris, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.
Saat koran ini mendatangi rumah duka, tampak tertutup rapat. Di teras rumah, terpakir mobil yang ditutup sarung kendaraan. Sedangkan di depan rumah korban sudah dipasang tenda dan perlengkapan untuk prosesi pemakaman korban.
"Ini rumahnya kosong. Suaminya masih di rumah sakit (RSI Kendal di Weleri, Red) untuk mengurus jenazah. Belum tahu sampai rumah duka kapan, ini tetangga masih nyiap-nyiapkan," bebernya.
Warga yang tinggal di sebelah kanan rumah korban ini mengatakan, korban di rumah hanya bersama suaminya. Ia hanya memiliki seorang anak, yang sekarang tinggal di Jakarta.
"Anaknya cuma satu, perempuan. Dulu kerja di bank, terus nikah. Sekarang tinggal di Jakarta. Barusan aja dibelikan mobil anaknya, ya sekitar sebulan lalu," jelasnya.
Kris mengaku terkejut mendapat kabar ini. Ia tak menyangka musibah ini dialami oleh tetangganya. Ia mendapat kabar kecelakaan itu setelah bertemu seseorang tak dikenal yang mencari informasi keberadaan rumah korban.
"Awalnya ada bapak-bapak ke sini. Saya pas di depan rumah. Bilang, bapak ini dari pegawai kelurahan, ke sini menanyakan alamat rumah Bu Nurbaiti," ujarnya.
Meski telah ditunjukkan rumah tersebut, pria tersebut belum bersedia menjelaskan kepada Kris terkait keperluannya mencari rumah korban. Hingga akhirnya, Kris memberanikan diri mendesak sembari bercanda.
"Saya tanya, kayaknya bapaknya menyimpan sesuatu, ada apa pak? Terus dijelaskan kalau Bu Nurbaiti mengalami kecelakaan di Jalan Tol Batang dan meninggal. Mau pulang ke Semarang, mengalami musibah kecelakaan. Saya juga terkejut mendengar cerita itu, sampai merinding," katanya.
Informasi tersebut diperolehnya sekitar pukul 10.00. Kemudian, Kris menyarankan supaya orang tersebut menghubungi pihak Ketua RT setempat, dan akhirnya saling bertemu. Terlihat juga sejumlah pegawai Jasa Raharja mendatangi rumah korban. Namun belum bertemu pihak keluarga.
Kris mengaku mengenal korban dan di mata tetangganya juga dikenal baik. Ia terakhir bertemu dan sempat mengobrol dengan korban sebelum berangkat ke Jakarta.
"Ngobrol terakhir ya bilang mau ke Jakarta, cucunya lahir. Kalau cucu pertama cowok, kalau yang kedua ini saya belum tahu," katanya.
Salah satu tetangga korban yang enggan ditulis namnya mengaku belum mengetahui kapan dan di mana jenazah korban akan dimakamkan.
"Belum tahu, tapi kemungkinan besok (hari ini). Tadi anaknya juga bilang, belum bisa ngasih jawaban, masih dalam perjalanan. Kalau Pak Kris mungkin masih sibuk ngurus di rumah sakit," ujar tetangga korban tersebut.
Pria ini juga menyebut, suami korban bekerja di perusahaan swasta sebagai kontraktor. Karena kesibukan kerja itu, kata dia, suami korban juga jarang pulang. Apalagi selama ditinggal istrinya ke Jakarta.
"Kemarin ada yang sempat nanya kapan ibunya pulang? Katanya besok. Nggak nyangka, pulangnya sudah meninggal," katanya sedih. (mha/aro) Editor : Agus AP