Kirab dimulai dengan arak-arakan menuju Makam Ki Ageng Pandanaran yang berada di Jalan Mugas dalam II, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang Sabtu (20/8) lalu.
Sebanyak 520 peserta kirab berjalan kaki dengan arak-arakan dari Jalan Menteri Supeno membawa beberapa pusaka, kain kelambu untuk mengganti kain kelambu yang lama, gunungan buah-buahan, sayuran, dan gunungan jajanan pasar. Acara haul sendiri berlangusng selama tiga hari. Mulai 19-21 Agustus 2022.
Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan menjelaskan, dalam acara ini peserta kirab dari para budayawan, lintas agama, komunitas pecinta dan penggiat pariwisata, ormas dan pelajar di Kota Semarang.
“Kirab ini tidak hanya merayakan tradisi, namun melalui tradisi ini diharapkan dapat menjadikan Kota Semarang lebih bersama dan bersatu dalam keragamanan yang ada sekaligus nguri nguri kebudayaan khususnya Kota Semarang,” jelasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (14/8).
Setelah sampai, pusaka diserahkan oleh Camat Semarang Selatan kepada Kepala Dinas Kebusayaan dan Pariwisata yang kemudian diserahkan kepada Ketua Yayasan Sunan Pandanaran dilanjutkan dengan doa bersama dan penggantian kelambu.
Selain makam Ki Ageng Pandanaran, penggantian kain kelambu juga dilakukan pada makam Pangeran Madiyo Pandan alias Maulana Ibnu Abdul Salam, dan Nyai Ageng Sejanila alias Endang sejanila alias Siti Fatimah yang tak lain istri Ki Ageng Pandanaran.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wing Wiyarso yang hadir membuka Kirab Budaya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari nguri nguri budaya dan diharapkan kedepan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan. (kap/ida) Editor : Agus AP