Aktivitas di taman tersebut juga jauh berkurang. Jika dulu ramai dengan pedagang kuliner ala puja sera, kini sepi. Pertunjukan kesenian keroncong setiap malam minggu juga sudah tak pernah digelar.
"Sekarang kondisinya kurang resik, kurang padang," kata Suheno, pedagang sekitar.
Selain perawatan, dia menyoroti kurangnya pengawasan. “Bunga belum ada satu bulan ditanam sudah tumbang oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara warga lain, Oni mengaku perawatan taman masih dilakukan rutin. Bahkan setiap hari dua kali petugas kebersihan datang. Antara pukul 10.00 hingga 11.00. Taman Nada juga masih dimanfaatkan ibu-ibu senam. Bahkan tak jarang siswa-siswa belajar kelompok.
"Anak-anak SMP 3 dan Nusaputera selalu olahraga di sini," jelasnya.
Meski begitu, ia mengakui tribun penonton kurang bagus, kurang rata, dan blok nada yang terlepas. "Ini perlu pembenahan," ujarnya. (fgr/zal) Editor : Agus AP