Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kondisi Pasar Ikan Higienis Mina Rejomulyo Semarang Makin Memprihatinkan

Agus AP • Rabu, 13 April 2022 | 20:46 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Ikan Higienis Mina Rejomulyo Semarang. (M Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Semarang)
Salah satu pedagang di Pasar Ikan Higienis Mina Rejomulyo Semarang. (M Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kegiatan ekonomi di Pasar Ikan Higienis (PIH) Mina Rejomulyo masih lesu. Kondisinya sepi pengunjung. Bahkan, saat ini hanya tersisa dua  pedagang.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, mobilitas masyarakat di pasar tersebut sangat minim. Pengunjungnya pun bisa dihitung dengan jari. Hanya ada dua bapak-bapak yang nongkrong di depan pasar. Tiga petugas kebersihan yang sedang nyantai. Dan dua pelapak ikan hias yang menghuni pasar sebesar dua lantai itu.

Akses menuju lantai dua pun ditutup. Terlihat ada tali tambang yang dikaitkan pada kedua tiang. Selain itu, terdapat tulisan himbauan tidak boleh melintas.

Padahal, PIH Mina Rejomulyo digadang-gadang menjadi sentra bisnis perikanan. Tempat aktivitas perekonomian masyarakat terutama terkait produk perikanan.

Dilihat dari luar, bentuk gedung tampak masih bagus. Hanya beberapa sisi catnya pudar. Namun secara keseluruhan  bangunan pasar itu kondisinya masih sangat baik. Fasilitasnya pun lengkap. Ada AC di beberapa titik. Toilet dengan desain modern. Dan beberapa fasilitas penunjang lain.  Sehingga sangat disayangkan jika pemanfaatannya kurang optimal.

"Dulu penuh dua lantai. Lambat laun berkurang. Sekarang hanya tersisa saya dan rekan saya," kata Fajar, salah satu pedagang ikan hias (12/4).

Tidak diketahui secara pasti penyebab berkurangnya jumlah pelapak. Fajar menduga, karena sepi pelanggan akhirnya gulung tikar. Menurutnya, PIH Mina Rejomulyo juga kurang dikenal publik. Bahwa di lokasi tersebut menyediakan berbagai jenis ikan hias. "Dulu terkenalnya kan sini ikan konsumsi. Untuk mengubah pikiran itu kan susah," ujarnya.

Untungnya, menyiasati kondisi itu fajar sudah punya pelanggan tetap. Setidaknya ada 10 bakul yang konsisten membeli dagangannya. Bahkan, sudah sering melakukan pengiriman luar daerah. Misalnya Demak, Kendal, dan Gubuk.

Ia tak pernah mengandalkan konsumen eceran. Sebab yang datang tidak pasti. Kadang sehari hanya satu atau dua. "Jadi tidak perlu khawatir kalau disini sepi pengunjung. Yang penting pelanggan sudah paham," ucapnya.

Dirinya menyediakan beragam ikan hias. Mulai dari ikan komet, lauhan, cupang, koi, emas, dan lainnya. Selain itu juga menyediakan benih nila, patin, gurami, bawal, dan lele. Semua itu tertata di kolam terpal buatan dan akuarium dalam ruangan 3 x 3 meter.

Risiko yang dihadapi sebagai pedagang ikan hias adalah kematian ikan. Hal itu bisa saja terjadi ketika kualitas airnya jelek. Aerator yang berfungsi menyuplai oksigen berhenti karena listrik mati. "Ikan mati jika aerator berhenti lebih dari tiga jam," terangnya.

Dirinya masih mempertahankan tempat tersebut. Kendati demikian, ia berharap pasar tersebut dapat kembali ramai dan kegiatan ekonomi lancar. "Semoga pasar ini lebih dikenal. Kegiatan jual beli semakin ramai. Selain masyarakat, juga yang terpenting adanya perhatian dan langkah pemerintah mengatasi hal ini," pungkasnya. (cr3/bas) Editor : Agus AP
#Pasar Ikan Higienis #Mina Rejomulyo