Seperti diketahui sebelumnya dalam Rapat Terbatas dengan Kementerian Sosial pada 15 Februari lalu, Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar Bansos BPNT disalurkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia sebagai upaya percepatan.
Hendi –sapaan akrab wali kota—menyampaikan, penyaluran Bantuan Sosial tersebut dilakukan secara rapel dari bulan Januari hingga Maret sebesar Rp 600 ribu.
"Edukasi penting dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat program ini secara tepat sasaran dan bermanfaat. Jangan berpikiran duit ini bebas digunakan, tapi harus bisa membuat keluarga lebih sehat dan sejahtera," katanya usai melakukan penyaluran di Kantor Pos Sisingamangaraja, Rabu (23/2).
Hendi berharap, masyarakat bisa memanfaatkan dana bantuan guna memenuhi kebutuhan bahan makanan pokok, yang menambah kesehatan dan gizi bagi keluarga, seperti beras, telur, gula, sayur dan lauk-pauk. Ia juga meminta masyarakat supaya tidak menggunakan Bansos BPNT untuk membeli barang yang sedang langka di pasaran, seperti minyak goreng.
"Produk-produk yang sekiranya hari ini sulit, ya tidak perlu dipaksakan. Apalagi untuk beli rokok, ya jangan," pintanya.
Program bantuan dari pemerintah pusat ini diberikan secara simultan sebagai bentuk dukungan dan perhatian bagi warga yang membutuhkan. Agar penyaluran bantuan lancar, Hendi mengaku semua perangkat di Pemkot Semarang misalnya lurah siap mendampingi petugas pos dalam proses penyaluran.
Contohnya, mendampingi saat petugas perlu melakukan pengambilan gambar rumah. Dari data yang ada, tahun ini Kota Semarang memperoleh kuota KPM sebanyak 38.342 warga penerima.
Diharapkan ke depannya para penerima manfaat Bansos BPNT dapat semakin berkurang jumlahnya, yang menandakan program pemberdayaan masyarakat berhasil dan perekonomian warga semakin baik.
"Jika dibutuhkan, kawan-kawan PT Pos bisa minta bantuan Pak Lurah dan Bu Lurah untuk melakukan pendampingan saat turun ke masyarakat. Harapannya, masyarakat siap menerima kedatangan petugas," katanya. (den/aro) Editor : Agus AP