Bima Chikal Lastianto, 24, petugas operasional Bendung Gerak menjelaskan, kerusakan Bendung Gerak Banjir Kanal Barat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, terjadi kebocoran akibat kurang pintu bendung overload dalam menampung debit air ketika curah hujan lebat. Akibatnya banjir. Selain itu, disebabkan sampah yang terbawa dari hulu sungai berupa limbah pabrik, limbah rumah tangga, hingga material yang terbawa arus akibat banjir.
"Jenis sampahnya bermacam-macam, Ada potongan kayu, limbah pabrik, hingga kasur spring bed ada. Potongan kayu kadang masih ada pakunya. Itu yang biasanya mengenai karet atau bladder disini. Akibatnya terjadi kebocoran," jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.
Chikal mengungkapkan, selain sebagai pengatur debit air, pintu bendung juga difungsikan sebagai pengatur sedimen tanah. Namun semenjak terjadi kerusakan dan kebocoran beberapa bulan ini, sedimen tanah mulai mengendap. "Karena sekarang beberapa pintu belum beroperasi secara maksimal, nanti dari tim normalisasi sungai akan melakukan pengerukan," paparnya
Sejak awal tahun 2020 beroperasi, Bendung Gerak Banjir Kanal Barat telah mengalami empat kali kerusakan. Namun kerusakan kali ini yang terparah. Dirinya mengaku, lebih mudah menanggulangi permasalahan jika terjadi di atas permukaan air ketimbang di dasar sungai.
"Kerusakan yang terakhir ini ada 3 trouble atau permasalahan. Pertama, ada di selang fleksibelnya. Kedua, ada kebocoran di karet ban penyangga. Dan ketiga, di karet join antarplat. Itu semuanya ada di dalam air," terangnya
Waktu pengerjaan perbaikan memakan waktu sekitar 43 hari. Mulai identifikasi masalah hingga penyelesaian dan tahap uji coba. Pemantauan terus dilakukan agar bendungan kembali beroperasi sebagai mana mestinya.
Ia bersama tim mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Semarang untuk tidak membuang sampah ke sungai. Sebab sampah-sampah tersebut dapat menghambat kinerja. Bahkan merusak komponen dari bendungan karet.
“Bahkan kebocoran disebabkan oleh senapan panah yang dipakai warga untuk mencari ikan. Tak jarang anak panah tersebut menusuk bladder menjadi kendala yang kini tengah kami hadapi. Kurang lebih kemarin ada sekitar ada 8 anak panah yang kita temukan," katanya.
Dirinya mengharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap bendungan ini. Seperti adanya penyaring sampah agar sampah dengan debit besar seperti potongan kayu dapat diminimalisasi agar tak sampai ke bendungan.
“Kini bendungan sepanjang 155,5 m2 dengan volume 700.000 m3 ini tengah dalam proses uji coba terhitung sejak 15 Februari 2022. Targetnya awal Maret akan rampung,” katanya. (cr6/ida) Editor : Agus AP