Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Nuansa Heritage Masih Melekat di Sudut-Sudut Ruang SMPN 40 Semarang

Agus AP • Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:27 WIB
Kepala SMPN 40 Semarang Bani Haris saat melakukan pengecekan ornamen cagar budaya sekolah. (BAMBANG ADIT SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kepala SMPN 40 Semarang Bani Haris saat melakukan pengecekan ornamen cagar budaya sekolah. (BAMBANG ADIT SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 40 Semarang di Jalan Suyudono nomor 130, Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, tidak bisa mengubah banyak oranamen cagar budaya di lingkungan sekolah. Selama ini, hanya bisa melakukan pengecatan untuk memperindah ruangan.

“Sebenarnya biaya perawatan ini lebih banyak, dibanding dengan mengubah. Tapi karena cagar budaya, tidak bisa mengubah dan menambahkan sesuatu,” kata Kepala SMPN 40 Semarang Bani Haris Senin (25/10/2021).

Beradasarkan pantauan koran ini, nuansa heritage masih melekat di sudut-sudut ruang sekolah. Terutama di ruang kepala sekolah, tata usaha, dan ruangan ekstra kurikuler musik Jawa.

Lantainya masih menggunakan sejenis obin yang sangat besar yang saat ini susah untuk dicari di toko. Sampai saat ini sekolah masih membiarkan beberapa lantai mengalami gripisan terutama di bagian tangga menuju ruang ekstra kurikuler musik Jawa.

Kepala sekolah menjelaskan sebenarnya tetap ingin menjadi sekolah cagar budaya. Gerbang sekolah tidak menghadap jalan raya seperti sekarang ini, tapi ke arah sebaliknya. Selain itu beberapa bangunan kelas yang dulunya adalah kandang kuda harus dibongkar dan dikembalikan seperti zaman dahulu lagi.

Pihaknya sudah menyampaikan rencana itu ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang untuk menonjolkan cagar budaya sebagai ikon sekolah. Master plan jangka panjang sudah diusulkan agar saat pergantian kepala sekolah tidak merasa kebingungan. Hanya tinggal meneruskan master plan yang sudah disusun. “Tiap sekolah punya ikon ada yang sekolah ramah anak, adiwiyata, pariwisata dan lain-lain. Di sini kami memilih sekolah cagar budaya,” tuturnya. (bam/ida)

  Editor : Agus AP
#heritage #CAGAR BUDAYA #SMPN 40 Semarang