Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pintu Keluar Tol Mulai Ditutup Lur

Agus AP • Kamis, 15 Juli 2021 | 19:02 WIB
Rumah Roffi Teguh Prakosho, 27, di Jalan Kerapu III RT 06 RW 02 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara dipenuhi pelayat. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Rumah Roffi Teguh Prakosho, 27, di Jalan Kerapu III RT 06 RW 02 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara dipenuhi pelayat. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penutupan 27 pintu tol (exit toll) di Jateng masih akan dilakukan mulai Jumat (16/7/2021) besok hingga Kamis (22/7/2021) mendatang. Namun sejumlah pintu keluar tol di Kota Semarang, Rabu (14/7/2021) kemarin, sudah mulai dilakukan penutupan.  Akibatnya, banyak pengemudi mobil yang kebingungan saat akan keluar tol menuju arah Kota Semarang.

Pintu keluar tol yang kemarin dipasang water barrier, di antaranya di Jatingaleh, baik yang dari arah tol Krapyak, maupun dari tol Banyumanik. Alhasil,  sejumlah kendaraan yang hendak keluar menuju dalam Kota Semarang harus mengurungkan niatnya, dan terpaksa meneruskan perjalanan mencari pintu keluar lain.

Yanto, 46, pengemudi asal Sendangmulyo, Tembalang, yang kemarin dari arah Kendal hendak ke Kota Semarang semula akan keluar lewat Jatingaleh. Namun saat akan belok, ternyata jalan keluar tol dipasang water barrier. Di lokasi juga dipasang tulisan: jalan ditutup selama PPKM Darurat 3-22 Juli.

“Saya akhirnya meneruskan perjalanan, dan keluar tol di Undip Tembalang. Ya, terpaksa harus memutar. Tadi sempat mau lewat pintu tol Gayamsari, tapi takut ditutup juga,” katanya.

Pantauan koran ini, banyak kendaraan yang kecele saat akan keluar tol di Jatingaleh. Bahkan, tak sedikit yang panik, karena khawatir tak bisa keluar dari jalan tol. “Wah, jangan-jangan semua pintu tol sudah ditutup,” keluh Santoso, pengemudi mobil boks.

Prejudi, Direktur PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) yang membawahi Tol Semarang Seksi A,B,C, mengatakan, penutupan total pintu tol baru akan dilakukan mulai 16-22 Juli 2021. Exit toll yang ditutup semua mengarah ke dalam Kota Semarang.

"Exit Toll ABC di Krapyak ada dua, Jatingaleh ada dua, Gayamsari, Muktiharjo, Tembalang, dan Srondol," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (14/7/2021).

Pihaknya mengatakan, jumlah arus lalulintas di tol seksi A, B, C, mengalami penurunan mencapai 30 persen selama PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021. Jumlah penurunan yang sama juga terjadi di Jalan Tol Semarang -Batang.

"Berkurang sampai 30-40 persen setiap harinya. Kalau normal, ada 24 ribu-25 ribu kendaraan per hari. Kalau sekarang 19 ribuan kendaraan," bebernya.

Menurutnya, Jasamarga sifatnya mem-backup kepolisian dalam pelaksanaan penutupan exit toll selama 16-22 Juli mendatang. Termasuk juga akan menyiapkan fasilitas penutupan atau penyekatan seperti halnya peralatan rambu-rambu dan water barrier.

"Kita juga menyiapkan sosialisasinya, seperti di spanduk. Untuk petugas, kita hanya bersifat membantu mengatur arus lalin. Kalau untuk penindakan atau penegakan tetap dari petugas kepolisian dan instansi terkait," katanya.

"Info rapat tadi, penutupan di Kendal. Kalau lainnya di Kandeman, Weleri, Kaliwungu dan Kalikangkung sifatnya penyekatan dan pemeriksaan. Penutupan setiap hari selama 24 jam," imbuhnya.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafiruddin mengatakan, sudah merapatkan seluruh jajaran, terutama para Kasatlantas untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pelaksanaan penutupan 27 pintu tol di Jateng.

"Kita juga sudah memberikan arahan-arahan untuk yang esensial dan kritikal kita berikan akses keluar dan masuk (tol), melalui jalur yang sudah kita siapkan," paparnya.

Menurutnya, seluruh anggotanya telah siap di lapangan dalam pelaksanaan penutupan pintu tol pada Jumat (16/7/2021) besok. Nantinya, pelaksanaan penutupan akan dilakukan secara serempak mulai Jumat pukul 00.00.

"Pada saat pelaksanaan nanti kita bertemu dengan pekerja yang ada di esensial maupun di kritikal. Itu kita akan berikan stiker yang menentukan bahwa mereka bekerja di sektor itu. Tetapi kalau misalnya tidak ada stiker, kita lakukan pemeriksaan," tegasnya.

Alasan penempelan stiker, lanjut Rudy, untuk memudahkan petugas di lapangan apabila melakukan pemeriksaan. Selain itu, juga untuk mengantisipasi terjadinya antrean panjang.

“Petugas yang dilibatkan sebanyak 2.213 personil. Untuk TNI 734 personil dan unsur lainnya 1.092 personil. Nanti di exit toll dibagi menjadi tiga sif. Di dalam Kota Semarang, exit toll hanya 8 yang ditutup," bebernya.

Untuk wilayah perbatasan, Rudy menegaskan akan dilakukan penyekatan. Jumlahnya sebanyak 244 lokasi. Kegiatan ini dilakukan serempak sampai 22 Juli 2021.

"Kami imbau kepada masyarakat Jawa Tengah selama 16 sampai 22 Juli 2021 tetap tinggal di rumah. Untuk masyarakat luar Jateng, sebelum tanggal 16 sampai 22 Juli 2021 kalau bisa kembali ke rumah masing-masing sebelum kami tutup," pesannya.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit mengatakan, pola pengamanan penutupan sama seperti saat Lebaran. Pihaknya akan memberikan penanda berupa stiker di kendaraan yang melakukan perjalanan esensial maupun kritikal.

"Stiker ini diberikan agar mereka (pengguna jalan) bisa lewat. Namun tidak semua kendaraan bisa mendapatkan. Selain di pintu tol, saat ini telah ada 40 titik yang ditutup. Kami masih inventarisasi lagi," katanya.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut mobilitas di wilayahnya terus mengalami perbaikan hingga angka 21 persen. Namun Ganjar meminta data satelit yang jadi acuan pemerintah pusat untuk mengukur mobilitas diberikan kepada daerah tiap hari.

Hal itu disampaikan Ganjar usai menghadiri rakor evaluasi PPKM Darurat di Jateng dan DIY yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual di gubernuran, Rabu (14/7/2021). Dengan cara itu, daerah lebih cepat mengambil kebijakan jika terjadi peningkatan.

“Kami tadi minta agar seluruh kabupaten/kota setidaknya kami minta untuk Jawa Tengah, syukur bisa semuanya, agar kita bisa mengakses alat itu atau hasil dari ukuran alat itu. Apakah yang dari google atau dari satelit NOAA, sehingga kita bisa tahu setiap kabupaten/kota naiknya seperti apa,” ujar Ganjar.

Nah ketika naik itulah harapan kita, kita akan bisa ngerti sebagai evaluasi mana yang mesti dilakukan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ganjar mengatakan, upaya menekan pergerakan di Jateng sendiri dilakukan secara cepat oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto dengan penutupan seluruh exit toll Jateng pada 16-22 Juli mendatang.“Maka penutupan-penutupannya di 27 titik itu dilakukan oleh Polda dan kemudian TNI mendukung. Ini menurut saya sesuatu yang sangat penting untuk kita lakukan,” tegasnya.

Jawa Tengah berdasarkan data pusat, kata Ganjar, sudah menunjukkan penurunan mobilitas hingga 21 persen. Hanya di beberapa daerah sempat mengalami lonjakan tajam, seperti di Kota Semarang.

Analisa penyebab lonjakan mobilitas ini adalah pergerakan di kawasan industri. Melalui dinas terkait, pihaknya telah berkoordinasi dengan para CEO dan pengusaha untuk mengatur perusahaannya dan memperbaiki diri sesuai kebijakan yang ada.

“Kita harapkan semuanya nanti kita bisa mendapatkan (data mobilitas) ini, maka akan menjadi feedback buat kita kapan bisa memperbaiki,” ujarnya. (mha/ida/aro)

  Editor : Agus AP
#Pintu Tol