Setelah berkeliling pabrik, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini mengapresiasi tertibnya prokes dalam setiap proses produksi di tengah pandemi Covid-19. Dengan begitu, konsumen dapat lebih yakin terhadap keamanan produk yang dihasilkan. Bahkan, para pekerja dapat terjaga kesehatannya.
"Pandemi ini tidak ada yang tahu kapan akan berakhir. Namun dengan optimisme, kerja keras, dan penerapan protokol kesehatan secara ketat, saya rasa menjadi kunci keberhasilan agar usaha tetap survive dan berjalan," ujar Hendi usai berkeliling pabrik.
Menurut Hendi, penerapan prokes ketat harus didorong agar kegiatan ekonomi bisa tetap berjalan. "Kegiatan ekonomi harus berjalan, tapi protokol kesehatannya juga tertib. Dengan membiasakan pola seperti ini, optimistis ekonomi bisa bangkit," tekannya.
Hendi menegaskan langkah PT Harrison and Gill dalam menerapkan prokes bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya. Ia berharap dunia industri dan bidang usaha apapun dapat melakukan hal yang sama.
"Kegiatan usaha harus tetap berjalan dan beradaptasi dengan kebiasaan normal baru pada pandemi ini. Sehingga dapat terus berproduksi, menghasilkan karya serta menggerakkan perekonomian yang ada," imbuhnya.
PT Harrison and Gill sendiri menjadi salah satu representasi kekuatan sektor industri Kota Semarang, yang mampu bersaing hingga pasar dunia. Berlokasi di Jalan Raya Kauman Kudu, Kecamatan Genuk, perusahaan tersebut fokus pada desain dan pembuatan produk furniture berbahan dasar kayu Mahoni dan Jati.
Perlu diketahui 100 persen produknya diprioritaskan untuk memenuhi pasar ekspor ke Amerika, Eropa, Timur Tengah dan Asia. Lady Gaga, Kim Kardashian, Britney Spears, Holyfield, hingga Paris Hilton merupakan pesohor dunia yang menggunakan produk furniture dari Kota Semarang ini. (den/ida) Editor : Agus AP