Vaksinasi drive thru ini mulai dijalankan Dinkes pada Senin (3/5/2021) kemarin. Kegiatan ini dilakukan setiap hari sampai di akhir pekan. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi terbilang cukup besar.
"Kami sudah diberikan izin Pak Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, vaksinasi dilakukan di Balaikota Semarang setiap Senin sampai Jumat pukul 19.00-21.00," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam, kemarin.
Selain menyasar lansia, kata Hakam, vaksinasi ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Namun harus membawa dua orang lansia pada saat vaksinasi. Non lansia harus mendaftarkan dirinya dan dua orang lansia yang dibawa, melalui victori.semarangkota.go.id.
"Kami targetkan 50 dosis perhari. Kami lihat, respon masyarakat. Kalau bagus, akan ditingkatkan lagi. Kalau di Puskesmas Pandanaran kemarin kita siapkan 33 dosis per hari," jelasnya.
Namun jika tidak membawa lansia, vaksinasi kepada non lansia dianggap batal. Ini karena prioritas yang disasar masih kategori lansia. Pada tahap dua ini, target keseluruhan sekitar 330 ribu dosis dan baru digunakan 75 persen.
"Dari total 330 ribu tadi, lansia sekitar 60 persen atau hampir 190 ribu dan petugas publik sudah sekitar 120 ribu," bebernya.
Daerah Genuk dan Gunungpati, kata Hakam, menjadi salah satu sasaran prioritas. Karena jumlah lansia yang mendapatkan vaksin masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan kurangnya edukasi ke masyarakat.
"Contohnya di Genuk masih 18 atau 20 persen yang sudah divaksin. Harapannya dengan pemberitaan ini masyarakat bisa mengetahui bahwa vaksin aman dan halal." pungkasnya. (den/ida) Editor : Agus AP