Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

KA Kedungsepur Tetap Beroperasi, Tapi Tiket Tidak Dijual Bebas

Agus AP • Rabu, 5 Mei 2021 | 18:30 WIB
Masyarakat menggunakan KA saat turun di Stasiuan Tawang Kota Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Masyarakat menggunakan KA saat turun di Stasiuan Tawang Kota Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak akan menjalankan KA jarak jauh ataupun menengah selama musim mudik Lebaran 2021 nanti. Hanya satu, KA yang akan dijalankan yakni Kedungsepur dengan pengecualian sesuai dengan SE Pemerintah Pusat tentang larangan mudik.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 4 Semarang, Wisnu Pramudyo mengatakan, pihaknya tidak mempersiapkan apapun terkait musim mudik ini. Termasuk penjualan tiket kepada penumpang. Ia menyebutkan hanya akan menjalankan KA Kedungsepur selama larangan mudik ini.

"Tiket Kedungsepur tidak dijual bebas. Angkutan pengecualian. Misalnya kalau mau naik ya sesuai dengan SE, yakni ada keluarga yang sakit, meninggal, atau melahirkan. Itupun satu orang dan satu pendamping. Kalau orang biasa yang mau naik, harus ada izin dari lurah," katanya Selasa (4/3/2021) kemarin.

Penumpang yang naik, kata dia, nantinya akan dilakukan verifikasi oleh petugas yang ada di stasiun. Tujuannya agar tidak disalahgunakan. Terkait jumlah penumpang sebelum penyekatan dilakukan, di wilayah Doap 4 Semarang hanya sekitar 40 persen.

"Rata-rata perhari 4 ribu penumpang yang naik turun. Jauh dari sebelum adanya pandemi Covid-19. Penumpang ini adalah penumpang yang naik menggunakan surat negatif Covid-19 seperti Genose dan rapid test," jelasnya.

Total kata dia, ada 19 KA jarak jauh yang tetap berjalan untuk keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik. KA Jarak Jauh yang melintas adalah KA Argo Bromo Anggrek, KA Maharani, dan KA Tegal Ekspres.

"Jumlah KA yang kami operasikan memang hanya terbatas untuk mengakomodasi pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik. KAI tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan dan hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia," tambahnya.

Sementara terkait bantuan yang diberikan kepada porter merupakan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), bantuan santunan tersebut senilai Rp 328.250.000 yang dibagikan di berbagai wilayah kerja KAI secara serentak, di 12 wilayah kerja KAI yaitu Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Jogjakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, Daop 9 Jember, Divre I Sumatera Utara, Divre III Palembang, dan Divre IV Tanjung Karang.

"Total ada 112 porter yang mendapatkan bantuan. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada porter stasiun yang selama ini telah membantu pelayanan kepada pelanggan KAI di stasiun," jelasnya. (den/ida)
Editor : Agus AP
#top #KAI #KA Kedungsepur