Taman pertama yang dipasang penyiraman otomatis adalah taman Tugu Muda. Taman seluas 6.000m2 ini dipilih berkenaan dengan faktor lokasinya yang strategis dan tingkat prioritas taman. Selain itu juga Taman Sigantrue yang saat ini sedang dalam tahap finishing.
"Konsep ini diusung untuk memberikan kenyamanan masyarakat di taman. Fasilitas seperti tempat sampah kuota yakni tempat sampah yang dapat memberi kuota internet gratis hanya dengan membuang sampah," kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkrim Kota Semarang, Murni Ediati Senin (1/2/2021).
Pipie begitu ia disapa menjelaskan, sistem penyiraman otomatis menggunakan humidity sensor atau sensor kelembapan tanah yang dibuat tiga sistem, yakni sistem otomatis, sistem manual, dan sistem komputer. Bisa di kendalikan dari jarak jauh.
"Melihat banyak taman aktif, kami akan membangunnya secara bertahap. Sehingga diperlukan penentuan skala prioritas taman mana saja yang diutamakan, baik mengenai lokasi hingga tentang bentuk fisik taman," jelasnya.
Konsep lainnya selain menggunakan dana APBD, perlu peran perusahaan swasta maupun BUMN melalui program corporate social responsibility (CSR). "Untuk sisi kenyamanan, taman juga akan dilengkapi wifi gratis dan charging station, serta sisi keamanan taman dilengkapi CCTV di setiap sudut," tuturnya.
Pipie menejelaskan, adanya CCTV menjadi salah satu cara Pemkot Semarang untuk meminimalisir dan mencegah adanya aksi vandalisme dan pengerusakan taman, serta pencurian di Semarang.
Menurut dia, pengrusakan fasilitas mulai dari tempat duduk, lampu, signage, hingga tanaman sering rusak, dicoret-coret, hingga hilang dicuri. Kasus pencurian bahkan tidak memandang nilai materi fasilitas. Keran air cuci tangan hingga kabel listrik untuk penerangan taman juga tidak luput dari aksi pencurian.
"Kita akan perketat pengawas di fasilitas umum taman kota, bukan hanya dari pemkot dan kepolisian, masyarakat juga kami minta melapor jika menjumpai kegiatan pengrusakan atau pencurian fasilitas umum," tandasnya. (den/zal) Editor : Agus AP