Baehaqi menjelaskan kedatangannya bersama tim ke Radar Jombang untuk menimba ilmu manajemen perusahaan. Karena Radar Jombang dinilai sukses menjadi salah satu perusahaan terbaik di bawah Jawa Pos Radar.
Semula Jombang merupakan bagian dari wilayah Radar Mojokerto. Kemudian dikembangkan secara mandiri. Berdiri sendiri sebagai Radar Jombang. "Meski hanya membawahi satu wilayah kabupaten, tapi performa perusahaan melebihi Radar lain. Mulai dari omzet iklan, pemasaran koran, dan laba perusahaan masuk jajaran teratas. Maka kami perlu belajar dari Radar Jombang," ujar Baehaqi.
Rombongan Radar Semarang terdiri atas General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manager Bisnis Sugiyanto Wiyono, Manager Pemasaran Yuni Ekowati, Manager Keuangan Indah Fajarwati, Manager Online Agus Purwahyudi, Redaktur Pelaksana Ida Norlayla, Kepala Biro Kedu Lis Retno Wibowo, Kepala Biro Pekalongan Lutfi Hanafi, wartawan Salatiga Dhinar Sasongko, wartawan Demak Wahib Pribadi dan wartawan Kendal Budi Setiyawan. Sementara dari Radar Kudus ada Pemimpin Redaksi Zaenal Abidin, Manager Iklan Ugik WP, Manager Keuangan Etty Muyassaroh, Manager Pemasaran Darul Ismawan, Kepala Biro Grobogan Sirojul Munir, Kepala Biro Pati Abdul Rochim, Kepala Biro Rembang Ali Mahmudi, wartawan Blora Subekhan dan Koordinator Online Kholid Hazmi.
Direktur Jawa Pos Radar Jombang M. Nur Kholis mengatakan, awalnya Jombang ditantang untuk menjadi perusahaan yang mandiri. Tidak lagi jadi wilayah Radar Mojokerto. Hanya modal wani. Akhirnya Radar Jombang mulai melebarkan sayapnya. Menurutnya modal awal adalah dengan menguatkan redaksi. "Setelah redaksi kuat, diperkuat lagi dengan kekompakan dan kebersamaan dengan divisi lain. Ada iklan, koran, dan penagihan," jelasnya.
Lebih lanjut Kholis mengatakan, peluang sekecil apa pun harus diterobos. Selain itu mitra yang selama ini sudah menjalin hubungan diperkuat. Di sisi lain wilayah yang relatif kecil menjadi peluang agar bisa lebih merata menjangkau mitra-mitra sampai pelosok.
Dari paparan itu Baehaqi berpesan agar tim Radar Semarang dan Radar Kudus merealisasikan apa yang dikerjakan oleh Radar Jombang. "Mulai besok. Ini instruksi ya. Membuka hati, membuka pikiran, dan membuka diri. Apa yang dikerjakan Radar Jombang langsung diterapkan di wilayah masing-masing," ujarnya.
Di akhir acara Baehaqi menerima cenderamata buku Mereka Bicara Jawa Pos. Buku yang berisi kumpulan testimoni pembaca Jawa Pos. Dilanjutkan Tim Radar Semarang dan Radar Kudus membubuhkan tanda tangan di selembar kertas untuk kenang-kenangan di Radar Jombang. (aro/bas)