Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

John Richard Komitmen Lindungi Anak

Agus AP • Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:54 WIB
Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Semarang John Richard Latuihamallo, SH, MH (pegang piala) berfoto bersama dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi dan jajarannya serta pengurus KPAI Kota Semarang lainnya. (Nurchamim/Jawa Pos Ra
Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Semarang John Richard Latuihamallo, SH, MH (pegang piala) berfoto bersama dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi dan jajarannya serta pengurus KPAI Kota Semarang lainnya. (Nurchamim/Jawa Pos Ra
RADARSEMARANG.ID – Komitmen dalam melindungi anak di Kota Semarang menjadi amanah yang selalu dipegang John Richard Latuihamallo, SH, MH. Sebagai Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Semarang, ia fokus menangani kasus-kasus kekerasan pada anak di Kota Lunpia. Bang John -sapaan akrabnya- selalu terjun sebagai aktivis perlindungan anak melalui wadah KPAI Kota Semarang. Memberikan keadilan bagi korban, dan menyeret pelaku untuk dihukum seberat-beratnya. Ia juga melakukan pendampingan pada korban supaya kembali pulih atas trauma yang dialami.

Kepedulian John yang tinggi pada anak itu mendapatkan apresiasi khusus dari Jawa Pos Radar Semarang. Pria  yang juga Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia Jawa Tengah ini menerima penghargaan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 untuk katagori “Advokat Pejuang Perlindungan Anak.” Penghargaan diserahkan langsung Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi kepada John Richard bertempat di WL Home Kitchen Cooking School, Bukitsari, Semarang, Selasa (13/10/2020).

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut, pengurus KPAI Kota Semarang lainnya, seperti Enar Ratriany Assa dan Satria Yuristia Graha Saputra. Sementara dari Jawa Pos Radar Semarang hadir General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manager Bisnis Sugiyanto Wiyono, Manager Keuangan Indah Fajarwati, Redaktur Pelaksana Ida Norlayla, serta jajaran redaksi.

John Richard mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan Jawa Pos Radar Semarang. Ia tidak menyangka kiprahnya melindungi anak-anak mendapatkan apresiasi. Dalam menjalankan tugasnya, ia selalu berdasar pada kecintaannya terhadap anak-anak. Baginya, mengayomi anak-anak seperti melihat dirinya sewaktu kecil. Setiap kali melakukan perlindungan, ia selalu melihat anaknya sendiri.

Hal tersebut tak luput dari pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya dalam membesarkannya dengan baik. Untuk itulah, sudah sepatutnya ia memberikan perlakuan yang lebih baik kepada anak-anaknya. “Pendidikan yang saya berikan juga hasil didikan tegas dari orang tua saya dulu. Itu yang terus menular,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Orang lain di luar sana, lanjutnya, sangat butuh diperhatikan, disayangi, terutama mereka yang tersiksa. Untuk itulah, kehadirannya dibutuhkan. Hal itu pula yang membuat dirinya dan KPAI Semarang membuat inspirasi dan berkeinginan untuk membuat anak-anak memiliki masa depan.

Meski telah berhasil mengentaskan kasus-kasus kekerasan pada anak, John Richard masih memiki cita-cita tinggi untuk membuat Semarang aman dari kejahatan dan kekerasan pada anak. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan kelurahan, kecamatan, hingga wali kota untuk menginventarisasi jumlah anak yang mengalami kekerasan. Tujuannya, agar anak merasa memiliki perlidungan. “Kami berusaha menjadikan kota yang aman dari kekerasan anak,” tegasnya.

Dalam setiap penanganan perkara, advokat kelahiran Ambon ini selalu memegang prinsip benar ya benar, salah ya salah. Keduanya selalu dipisahkan. Kedekatannya dengan kalangan media pun dilakukan untuk mendorong upaya mengungkap kasus kejahatan melalui ekspose para pelakunya. Ia ingin masyarakat tahu bahwa pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

Tak hanya itu, ia juga mengkritik proses penyidikan pelaku kekerasan pada anak yang seharusnya menggunakan extraordinary hukum acara pidana. Tidak harus menunggu, karena pelaku ya pelaku. Sehingga harus segera disidangkan. Selain itu, hukuman pelaku kekerasan anak harusnya diperberat sebagai efek jera. “Namun ini belum terlihat, maka mereka (pelaku) masih biasa saja. Berani melakukan karena hukuman belum secara tegas,” imbuhnya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi mengatakan, komitmen perlindungan terhadap anak-anak yang dilakukan John Richard  patut mendapat apresiasi. Tidak banyak orang yang melakukan hal ini. Baehaqi menilai John memiliki pandangan, filosofi, dan pendirian dalam menegakkan keadilan. Jati dirinya ia tunjukkan dalam menangani berbagai kasus anak. Baehaqi berharap, penghargaan ini semakin mendorong John Richard dan pengurus KPAI Kota Semarang lainnya lebih bersemangat dalam memberantas kasus-kasus kekerasan pada anak.

Seperti komitmen John Richard yang selalu memisahkan kebenaran dan kesalahan, Baehaqi menuturkan dalam pemberitaan, Jawa Pos Radar Semarang tidak hanya menulis berita kritikan, tapi juga menulis hal-hal yang baik.  “Kami ubah pemikiran dan paradigma dari bad news is good news menjadi good news is good news. Seperti yang dikatakan Bang John, kebaikan ya kebaikan dan kesalahan ya kesalahan,” terangnya.

Pria yang juga menjabat Direktur Jawa Pos Radar Kudus itu mengatakan, Anugerah Jawa Pos Radar Semarang kali keenam ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dilakukan selebrasi di hotel berbintang, namun di tengah pandemi Covid-19 ini, penyerahannya dilakukan secara sederhana dengan mengunjungi para penerima penghargaan. “Meki begitu, tidak mengurangi sedikitpun arti dari penghargaan ini untuk tokoh-tokoh yang menginspirasi di Jawa Tengah,” katanya. (ifa/aro/bas)

Photo
Photo
John Richard Latuihamallo, SH, MH bersama sang istri Nanan Wiryono yang juga merupakan owner WL Home Kitchen Cooking School. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang) Editor : Agus AP
#top #KPAI #John Richard Latuihamallo #Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 #Berita Semarang