Vice Presiden Bisnis Development and Product PT RMU Agung Wahyu Wibawanto, sangat optimistis dengan bisnis baru tersebut. Meski di tengah pandemi covid-19.
“Kota Lama merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak digemari para wisatawan. Ini merupakan pasar potensial,” kata Agung dalam soft launching Loko Coffee, Kamis (2/7/2020).
Segmen yang dibidik, lanjut dia, semua kalangan. Termasuk pengguna kereta api yang akan berangkat maupun usai menggunakan moda transportasi. "Sementara ini, Loko Coffee menerapkan layanan online untuk mengurangi kontak langsung. Sistemnya bayar langsung di tempat dengan menggunakan uang elektronik," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, perbedaan Loko Coffee dengan coffee shop lainnya adalah adanya jalinan kerjasama dengan komunitas kopi nusantara. "Kami punya 180 varian menu kopi. Bahkan, ada juga makanan sehat dan jamu," paparnya.
Sampai saat ini, Loko Coffee memiliki 11 cabang yang ada di beberapa daerah operasi (Daop), termasuk di Daop 4 Semarang yang letaknya di depan Stasiun Tawang. "Sudah ada 11 cabang, ornamennya memang kami buat khas KA," pungkasnya.
Sementara itu, Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang Muhammad Nurul Huda Dwi Santoso menjelaskan, jika kehadiran Loko Coffe ini bisa mendongkrak sektor wisata di Kota Lama Semarang.
"Lokasinya bagus, banyak turis dan wisatawan yang datang ke Kota Lama. Tempat ini sangat representatif untuk mencoba aneka kopi nusantara, bisa buat nongkrong, ngopi ataupun meeting," tambahnya. (den/ida/bas) Editor : Agus AP