Ketua RW 3 Kelurahan Kranggan Markus Julius Purwanto memaparkan, di wilayahnya ada 3 tempat ibadah kelenteng. Setiap tahun pada bulan Agustus, kelenteng tersebut menyelenggarakan kirab. Kegiatan budaya ini tidak hanya melibatkan umat Tri Dharma kelenteng tersebut, tetapi juga dukungan masyarakat sekitar.
“Warga secara bersama-bersama mempersiapkan rute yang dilewati kirab. Kebersihan, kelancaran jalan. Bahkan umat Tri Dharma di wilayah berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan lainnya,” jelasnya.
Lurah Kranggan Chandra Juni menyampaikan, kerukunan dan kerjasama ini salah satu unggulan yang dimiliki Kranggan. Di wilayahnya RW I, juga memiliki potensi menarik yakni kampung kreatif produsen wingko babat dan kulit lumpia.
“Wingko Babat Hj Wiwiek asli Kranggan sudah bisa masuk outlet oleh – oleh. Pembuatannya melibatkan warga sekitar. Sedangkan sentra kulit lumpia, ada sekitar 40 produsen di kampung tersebut. Mereka sudah dibina melalui BKM Gerai Kopimi,” jelasnya. (fiq/ton) Editor : Agus AP