RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Dua tokoh meramaikan pemilihan bursa ketua umum Asosiasi Kota PSSI Semarang (Askot) Semarang periode 2019-2023. Adalah Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau Yoyok Sukawi muncul sebagai penantang tunggal incumbent sebelumnya Supriyadi.
Ketua Steering Comite (SC) Musyawarah Kota (Muskot), Indartono menuturkan kedua calon tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dengan mendapat dukungan minimal satu perkumpulan, sehat jasmani rohani, dan minimal usia 30 tahun. Selain itu, pernah aktif mengelola kepengurusan olahraga khususnya sepak bola.
Nantinya kedua calon yang telah lolos verifikasi akan berjibaku dalam rapat Muskot yang rencananya digelar Jumat (11/10) di Hotel Candiview Semarang. Pihaknya mengharapkan Muskot berjalan lancar dan bagi siapapun yang terpilih, dapat membawa persepakbolaan Semarang menjadi lebih baik.
“Muskot besok akan dimulai dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama. Puncaknya 25 anggota Muskot akan memberikan suara memilih ketua umum. Semoga ketua terpilih dapat membenahi permasalahan sepakbola Semarang terutama dalam segi pembiayaan di luar APBD,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/10) kemarin.
Mantan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menyatakan kesiapannya. Pihaknya yakin memperoleh dukungan dari klub dan legenda sepakbola Semarang untuk kembali meneruskan kursi kepemimpinan. Dirinya berkomitmen untuk terus melanjutkan perjuangannya guna mendorong berkembangnya dunia kulit bundar di Semarang.
Salah satunya dengan mendesain program berjenjang dan berkelanjutan dalam pembinaan sepakbola Kota Semarang yang melibatkan senior, pemain dan pelatih sepakbola yang pada periode pertama kepengurusannya hanya sebagai penonton saja.
“Sebenarnya tanpa ada calon lain, dalam Pra Muskot kemarin saya sudah dinyatakan aklamasi untuk memimpin periode selanjutnya. Namun dengan kehadiran Yoyok sebagai penantang tentu akan menambah semarak pemilihan hari ini,” katanya.
Peserta penantang ang sekaligus CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengaku tidak dapat menolak permintaan 13 klub lokal pengusung yang meminta dirinya mengambil alih kendali Askot Kota Semarang. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak klub pendukung yang menginginkan adanya perubahan dalam persepakbolaan di Semarang. Dirinya yakin dan optimis dapat memperoleh hasil baik dalam Muskot mendatang dan membenahi kualitas sepak bola di Semarang. (akm/ida) Editor : Agus AP