Pacaran juga baru satu tahun. John langsung mantap menikah. Siapa yang nggak mau punya istri cantik rupawan. Itulah alasannya mempersunting Lady Sandi.
Begitu pula orang tuanya. Langsung setuju dengan permintaan sang anak. Pasangan ini pun menikah. Awalnya rumah tangga berjalan adem ayem. Lama-lama sifat Lady semakin kelihatan.
Penikahan John Dori ini bisa di ilang terburu-buru. Ia juga gegabah memilih pasangan. Tidak tahu seluk beluk istrinya. Dari luar sifatnya memang kalem dan baik hati. Nyatanya Lady mata duitan. Sejak awal hanya mengincar harta warisan.
“Pantas saja langsung mau diajak nikah, ternyata punya niat terselubung,” kata John.
John Dori adalah anak tunggal. Tentu saja orang tuanya begitu sayang pada sang menantu. Lady sering diajak pergi jalan-jalan. Pergi ke mal, shopping, bahkan ke salon. Melihat kedua orang yang dicintai begitu akrab, hati siapa yang tak senang. Ini pula yang dirasakan John Dori.
“Kan seneng ya mereka akrab, tapi ternyata ibu nggak nyaman,” akunya.
Ayah dari satu orang anak ini selalu mendapat keluhan dari ibunya. Kata dia, Lady orangnya boros. Selain itu juga berani minta uang secara langsung. Alasannya buat belanja kebutuhan anak. Padahal semua kebutuhan keluarga sudah ditanggung John Dori.
“Pantes aja bahasnya warisan terus, balik nama rumah, dan tanah. Ternyata menikah cuma mau ngincar harta,” imbuhnya.
Menyadari istrinya punya maksud tidak baik. John Dori langsung bergegas. Perasaan dikesampingkan. Tentu untuk kelanjutan hidup yang baik ke depan. Tanpa pikir panjang, John Dori memilih untuk berpisah. Rumah tangganya ambyar.
“Percuma cantik rupawan kalau mata duitan,” tandasnya. (kap/ton) Editor : Agus AP