alexametrics

Lepas Mahasiswa, Pesan Delapan Kritik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Undang-Undang Cipta Kerja (Onmimbus Law) menimbulkan gelombang protes. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) termasuk yang getol menolak undang-undang tersebut kemarin (13/10/2020).

Rektor Unimma, Dr. Suliswiyadi, M.Ag yang melepas mahasiswa turun ke jalan berpesan agar menyampaikan aspirasi dengan tepat. Ia menyampaikan delapan kritik mengenai Omnibus Law di depan massa yang akan berangkat ke DPRD Kota Magelang.

Ke delapan kritik tersebut ialah tentang kawasan ekonomi khusus, penanaman modal, lembaga pengelola investasi, pekerja asing yang bisa bebas pajak. Juga turunnya pesangon karyawan yang di-PHK. Asing bisa mempunyai rumah susun, kemungkinan kontrak pekerja seumur hidup dan potensi mudahnya PHK. “Kalian dapat menggunakan hak kalian namun jangan melampaui batas dan juga jangan anarkis. Dan yang pasti, jangan sampai kalian tidak tahu apa yang kalian suarakan,” pesan rektor.

Baca juga:  Karantina di Pondok, Khatamkan Empat Kitab

Rektor juga meminta mahasiswa dapat menjaga diri dan almamater dengan baik. “Apa yang kalian lakukan adalah gerakan murni menyuarakan aspirasi, bukan menghasut,” tandasnya.

Aksi dipimpin Anjas Setyawan, presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas. Massa berjalan long march dari rektorat kampus 2 Unimma menuju gedung DPRD Kota Magelang. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Fajar melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap keputusan perwakilan rakyat di negeri ini. (*/ima/sct/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya