alexametrics

Bayer Targetkan Pemberdayaan 500 Ribu Petani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bayer Indonesia menargetkan pemberdayaan kepada 500.000 petani di 44 kabupaten 15 provinsi di Indonesia. Pemberdayaan ini bagian dari peluncuran program pemberdayaan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia yang rentan terdampak wabah Covid-19. Dengan melibatkan Mercy Corps Indonesia sebagai mitra strategis ini,

Peluncuran program ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Presiden Direktur Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista, Direktur Bayer Indonesia Mohan Babu, dan Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian (Menpan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, Kamis (24/9/2020).

Presiden Direktur Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista mengatakan di Indonesia, pada tahap awal ini (periode 2020-2021), Bayer menyasar 500.000 petani, termasuk di dalamnya 100.000 perempuan petani, yang rentan terdampak Covid-19 di 44 kabupaten dan 15 provinsi agar mampu terus berdaya dan berkarya.

Baca juga:  Dewan Pertanyakan Keberadaan Bupati Wonosobo

“Provinsi cakupan program meliputi DI Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Khusus di Jateng, imbuhnya, pelaksanaan program difokuskan di empat wilayah, yaitu Purwodadi, Wonogiri, Banyumas dan Cilacap. Secara jangka panjang, komitmen Bayer melalui program ‘Better Life Farming” di Indonesia akan berlanjut hingga 2030, dengan target penerima mencapai 4 juta petani kecil dan 3.000 pengusaha tani.

Direktur Bayer Indonesia Mohan Babu mengatakan, Bayer memahami peran krusial para petani selaku garda terdepan penyedia bahan pangan nasional. Oleh karena itu, pihaknya menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan hidup mereka. Upaya ini direalisasikan lewat Better Life Farming yang akan Bayer implementasikan sepanjang 2020-2021.

Baca juga:  Latih Digital Marketing UMKM

“Jadi total bantuan program senilai Rp197 miliar akan kami salurkan dalam bentuk paket lengkap perlindungan tanaman, pelatihan peningkatan keahlian pertanian, serta edukasi dan penyediaan alat kontrasepsi modern bagi petani perempuan,” katanya. (hid/sct/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya