Disiplinkan Anak dengan Cinta

203
PARENTING-Orang tua SDIA 25 saat mengikuti kajian parenting Merengkuh Anak dengan Cinta.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Seringkali tanpa disadari proses mendisiplinkan anak menjadi proses menakuti anak. Kita lupa mengajarkan cinta kepada anak. Padahal yang paling dibutuhkan seorang anak adalah rasa aman.

“Contohnya: ‘Sima, nggak mau gosok gigi? Nanti ada kumannya loh!’nah, siapa bunda yang sering seperti ini?,” ujar Kundarti Ari, S.Psi, saat tampil sebagai narasumber Kajian Parenting bertajuk Merengkuh Anak dengan Cinta, di SD Islam Al Azhar 25 (SDIA 25) Semarang, beberapa waktu lalu.

Rasa aman anak akan tercapai ketika kebutuhannya terpenuhi dari orangtuanya berupa perasaan dicintai tanpa syarat, dihargai dan diterima. Menurut Kundarti Ari, dalam diri setiap anak ada ‘wadah’yang menerima, menampung dan menyimpan cinta. Diistilahkan tangki cinta.

“Tangki ini harus diisi orang tua setiap hari, meskipun terjadi kebocoran seperti pengalaman-pengalaman negatif anak. Saat kita merengkuh anak hingga tangki cintanya penuh, apalagi sampai luber, maka anak akan tenang, manis, bahagia dan damai dengan dirinya sendiri,” jelasnya di hadapan peserta kajian.

Selain kajian, acara pada 20 Februari di Aula Hj. Retno W ini juga dimeriahkan penampilan kreativitas siswa SDIA 25. “Kami ajak audien kajian terlibat interaksi, supaya bahasan parenting ini mudah dipraktekkan,:” papar Kundarti Ari. (fiq/sct/ap)

Tinggalkan Balasan