Aplikasi E-Lacak Permudah Wajib Pajak

366
WAJIB PAJAK TELADAN : Kepala Kantor Wilayah DJP 1 Jateng Suparno didampingi Kepala KPP Pratama Demak Sugiyarto bersama Bupati HM Natsir memberikan penghargaan untuk wajib pajak dengan nilai pajak tertinggi kemarin. (Wahib pribadi/JAWA POS RADAR Semarang)
WAJIB PAJAK TELADAN : Kepala Kantor Wilayah DJP 1 Jateng Suparno didampingi Kepala KPP Pratama Demak Sugiyarto bersama Bupati HM Natsir memberikan penghargaan untuk wajib pajak dengan nilai pajak tertinggi kemarin. (Wahib pribadi/JAWA POS RADAR Semarang)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK–Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Demak meluncurkan aplikasi E-Lacak untuk layanan cepat bagi wajib pajak dan masyarakat. E-Lacak yang diresmikan Bupati Demak HM Natsir di sela acara Tax Gathering di gedung Wisma Halim tersebut disaksikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 1 Jateng Suparno dan Kepala Kantor KPP Pratama Demak Sugiyarto.

Sugiyarto menyampaikan, aplikasi E-Lacak sebagai bentuk inovasi sekaligus mendekatkan wajib pajak. “Istilahnya, pajak dalam genggaman. Melalui aplikasi ini wajib pajak dapat memperoleh antrean online, update informasi perpajakan, meminta sosialisasi hingga membuat kode billing. Selain itu, bisa konsultasi dengan account representative serta mengetahui syarat dan formulir permohonan berikut status penyelesaian berkas permohonan tersebut,” katanya. Menurutnya, aplikasi tersebut juga dimaksudkan agar semua menjadi transparan, terarah dan terukur.

Sugiyarto menambahkan, mulai 2020 ini, Dirjen Pajak juga menerapkan pengelolaan pajak di setiap unit kerjanya berdasarkan zona kewilayahan. “Kita telah menyiapkan para petugas account representative (AR) yang mengampu wilayah masing-masing. Ini juga untuk menguatkan sinergi dengan stakeholder yang ada,” katanya. Dalam acara itu, sejumlah wajib pajak baik dari perusahaan, instansi maupun perorangan mendapatkan penghargaan berdasarkan nilai pajak tertinggi yang telah dibayarkan.

Kepala Kantor Wilayah DJP 1 Jateng Suparno menambahkan, berbagai program yang dijalankan KPP Pratama Demak termasuk dengan E-Lacak tersebut agar kepatuhan  pembayaran pajak meningkat. “Pengawasan ini penting supaya tidak ada wajib pajak yang tersembunyi. Misalkan, ada 300 wajib pajak yang patuh, maka perlu pengawasan agar perolehan pajak meningkat,” katanya.

DJP 1 Jateng meliputi 18 daerah dari Blora hingga Brebes, termasuk Demak. Menurutnya, setiap daerah tersebut memiliki target pendapatan pajak. Demak ditarget Rp 844 miliar tahun ini. “Januari saja ada peningkatan dari Rp 42 miliar menjadi Rp 59 miliar, ”ujarnya.  Sektor industri pengolahan tembakau dinilai cukup besar dalam peningkatan perolehan pajak. (hib/sct/ton)





Tinggalkan Balasan