Revolusi Industri 4.0, Ubah Perilaku Masyarakat

253
SEMINAR NASIONAL : Para pembicara dalam seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat Undip-Unnes di gedung ICT Undip, Tembalang, Semarang, kemarin (3/12). (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR NASIONAL : Para pembicara dalam seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat Undip-Unnes di gedung ICT Undip, Tembalang, Semarang, kemarin (3/12). (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Revolusi Industri 4.0 menekankan konsep digital dalam memenuhi kebutuhan industri dan perekonomian. Revolusi ini akan membawa banyak perubahan industri yang semakin kompak dan efisien. Dampaknya, akan ada pengurangan sumber daya manusia (SDM) yang digantikan dengan mesin.

“Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin besar. Bahkan selama setahun terakhir tidak sedikit gerai toko modern tutup, akibatnya PHK karyawan,” kata GM Human Resource Corporate Trans Rekreasindo, Bambang Widiyanto, dalam seminar nasional Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat Undip-Unnes di gedung ICT Undip, Tembalang, Selasa (3/12). Acara ini menghadirkan pembicara dari Unnes, Suwito Eko Pramono.

Selain itu, imbuhnya, gaya hidup masyarakat juga berubah. Bahkan untuk memesan barang kebutuhan sehari-hari bisa mencari di market place, bisa memilih berbagai barang yang memiliki kualitas tinggi dengan harga sesuai kemampuan.

“Perubahan gaya hidup ini memang mengubah strategi dalam bisnis. Salah satunya dengan menerapkan customer sebagai public relation terbaik. Jika pelanggan puas, mereka pasti akan menceritakan di komunitasnya,” tambahnya.

Ketua LPPM Undip, Prof Jamari ST M.T menyoroti dampak positif dan negatif Revolusi Industri 4.0. Untuk dampak positif adanya perubahan bidang jasa dan business (internet based atau paperless), kecepatan akses, efektivitas dan fisibilitas sistem, kehandalan unit produksi dan sistem, fleksibilitas prosedur dan proses serta proses keamanan transaksi.

Sedangkan untuk dampak negatifnya adanya ancaman disrupsi dan jobless. Menurunnya sosial care (naiknya individualitas), persaingan semakin ketat. Untuk itu, peran kampus sebagai agen perubahan dengan melakukan riset sejalan dengan perkembangan IPTEKS dan kebutuhan Pasar.

Ketua Panitia yang juga Ketua Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) LPPM Undip, Fahmi Arifan mengatakan untuk mendukung tantangan industri 4.0 ini, masyarakat dan produsen perlu dukungan dari kalangan akademisi. “Pengabdian masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma PT yang menjadi tugas utama dari seorang akademisi. Sehingga hasil karya dosen dan mahasiswa perlu diaplikasikan kepada masyarakat,” katanya. (hid/sct/ida)