alexametrics

Optimalisasi Pemanfaatan SDM, PIP Semarang Gelar DPM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Optimalisasi pemanfaatan Sumber Daya Maritim (SDM). Politeknik (PIP) Semarang-KSOP Kelas III Lembar, NTB, selenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM).

Nusa Tenggara Barat dipilih karena memiliki potensi kemaritiman yang luas. Sehingga untuk  mengelolanya harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Capt. Dedy Kurniadi, M.M. dalam pembukaan DPM yang dilaksanakan di Mataram ini mengaku banyaknya masyarakat nelayan NTB menjadi mosal berharga. Khusunya dalam upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya kemaritiman yang tersedia.

“Diklat ini merupakan prioritas nasional yang merupakan program dari Bapak Jokowi. Dalam pidatonya pada saat pelantikan, bahwa dalam lima tahun terakhir ini, diletakkan pada periode pertama dan diperkuat di periode kedua, bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat-sangat penting. Karena itu, PIP Semarang dengan KSOP Lembar dan Asta Maritim hadir ditengah Bapak Ibu semua untuk menjawab salah satu tantangan dari presiden kita,” jelasnya.

Baca juga:  Zainudin Resmi Gantikan Almarhum Teguh Sebagai Anggota Dewan

Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan SDM Maritim di lingkungan KSOP Kelas III Lembar, NTB. PIP Semarang menggandeng Asta Maritim Indonesia (AMI) NTB melaksanakan kegiatan DPM dengan jenis diklat Basic Safety Training (BST) Kapal Layar Motor dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai 1–6 Agustus 2022 bertempat di AMI NTB. Diikuti peserta sebanyak 120 orang yang berasal dari Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Timur.Ia menambahkan untuk menjamin sumber daya manusia yang berkompeten dibidangnya. Masyarakat nelayan juga membutuhkan sertifikasi.

“Pemerintah sedang giat mencanangkan sertifikasi untuk memenuhi kebijakan dan penegakan hukum di laut, yang dilakukan pemerintah salah satunya keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat,” tambahnya.

Baca juga:  Dukung Pembelajaran Daring, Smartfren Bagi-Bagi Kuota Gratis

Nelayan diberikan pelatihan BST yakni materi tentang cara mengatasi hal-hal darurat, kecelakaan di laut, kebakaran, dan pertolongan pertama tentang kecelakanan. Sedangkan pada diklat SKK 60 Mil mendapatkan materi mengenai kecakapan dalam navigasi, dokumen kelengkapan kapal, dan juga olah gerak kapal.

Plt. Kepala Bagian Administrasi Akademik PIP Semarang Slamet Riyadi, M.Si., M.Mar. mengatakan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan keamanan transportasi, khususnya transportasi laut ini sangat penting.

“Memberikan sertifikasi nasional dan international kepada masyarakat agar mendapat kesempatan bekerja di dunia transportasi laut juga sebagai bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan pada bidang transportasi,” ungkapnya. (kap/svc/bas)

Baca juga:  Penumpang KA Masih Sepi, Pendapatan Porter Kembang Kempis

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya