alexametrics

Kuatkan Pesisir Cemara Sewu dengan Rhizophora dan Bruguiera

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Bencana banjir rob di pesisir Kota Pekalongan tidak hanya diatasi dengan pembangunan infrastruktur saja. Pencegahan lain juga dilakukan dengan melestarikan hutan mangrove di pesisir pantainya.

Penanaman mangrove tidak dilakukan secara asal. Namun perlu diperhatikan jenisnya juga. Dalam penanaman kemarin mangrove yang dipilih jenis Rhizophora dan Bruguiera.

“Jenis ini kami pilih karena sangat cocok ditanam di wilayah ini,” ucap perwakilan Tim Peduli Pesisir mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Maharani Rachmawati Purnomo Jumat (17/6).

Mangrove jenis Rhizopora akarnya besar dana kuat. Sehingga diharapkan bisa menjadi penahan gelombang dan rob di pesisir Pekalongan. Kemudian untuk jenis Bruguiera dipilih karena sudah sangat langka tumbuh di pesisir Pekalongan.

Baca juga:  Satgas Covid-19 Siapkan Hadiah Motor

Penanaman kemarin, tim peduli Pesisir membawa 700 bibit. Selain dengan tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, juga menggandeng komunitas Masyarakat Pecinta Alam Nusantara (MAPAN), Pramuka Kwartir Cabang Kota Pekalongan, dan warga Kelurahan Degayu.

Salah satu peserta, Nana pelajar SMA 3 Pekalongan, sangat antusias. Dirinya bisa belajar langsung di alam, bagaimana menanam yang benar. “Kegiatan ini juga bentuk kepedulian terhadap daerah saya,” katanya.

Penggiat lingkungan di Degayu Ami Hanan mengatakan, sudah puluhan tahun menaruh perhatian pada penanaman mangrove. Apalagi saat ini banyak generasi muda yang ikut peduli dengan ekosistem mangrove. “Sebagai warga Degayu kami ingin mewariskan alam yang baik ke anak cucu kami,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, DLH Kota Pekalongan menjelaskan, hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Namun, tiap harinya kerusakan hutan mangrove menyentuh 700 hektare. Hal ini akibat dari alih fungsi lahan, abrasi, dan eksploitasi kayu yang berlebihan.

Baca juga:  BTN Semarang Beri Bantuan Fogging Covid-19 untuk Warga Puri Delta Asri 7

Pemkot Pekalongan sangat senang dengan adanya kepedulian mahasiswa peduli Pesisir dari ITB tersebut. Mangrove sendiri menyimpan segudang manfaat. Kayunya dapat digunakan menjadi bahan bangunan, akarnya mampu menjadi menyaring garam dan mengurangi salinitas air laut. Sedangkan buahnya bisa disulap menjadi tepung, sirup, keripik, dan beberapa jenisnya mampu dijadikan pewarna alami.

“Semoga nantinya batik Pekalongan bisa beralih menggunakan pewarna yang lebih alami dan tidak mencemari sungai kita,” harap Eni.

Pemkot juga berterimakasih karena Tim Peduli Pesisir akan memberikan pelatihan pembuatan alat destilasi dan filtrasi air laut serta sosialisasi adaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir rob di Pekalongan Utara.

“Semoga warga Degayu ke depan bisa memanfaatkan air payau menjadi air tawar, sehingga kebutuhan air tercukupi,” tandasnya. (han/zal)

Baca juga:  Pengurus Baru LAN Kota Semarang Langsung Tancap Gas

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya