alexametrics

Migrasi ke Digital, Batik TV Harus Tingkatkan Kualitas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Batik TV yang berada di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan resmi bertransformasi menjadi Televisi Digital (TV Digital). Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid meminta kepada jajaran manajemen untuk meningkatkan kualitas tayangannya.

“Menjadi digital Batik TV harus memperbaiki kualitas-kualitas di dalamnya baik itu program, tayangan, maupun beritanya,” seru Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, pada Sabtu (26/2).

Selain itu, wali kota juga berpesan, tetap mengangkat kearifan lokal, budaya Indonesia terutama potensi dan budaya lokal Kota Pekalongan. Serta program-program yang mendidik juga harus dikemas secara menarik terus. “Harus ada perubahan untuk semua untuk kru mulai dari kameramen, penyiar, dan sebagainya harus lebih baik kedepannya,” serunya lagi.

Baca juga:  Satgas TMMD 109/Sintang Berikan Layanan Kesehatan

Launching migrasi siaran LPPL Batik TV dari analog ke digital ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan tumpeng dari, SE, kepada Plt Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan sekaligus Plt Dewan Pengawas Batik TV, Arif Karyadi di Halaman area Batik TV.

Acara launching diawali dengan kegiatan senam bersama yang turur dihadiri pula oleh Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya, Wakil Wali Kota Pekalongan, H Salahudin, Wakil Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Istiqomah, Direktur Utama Batik TV, Tubagus Muhammad Sadaruddin, dan stakeholder lainnya. Dalam acara itu, disemarakkan dengan kegiatan vaksinasi dari Dinas Kesehatan, donor darah oleh PMI, pengundian doorprize dan stand stand sponsorship.

Baca juga:  Pandemi adalah Tantangan untuk Pertahankan Borobudur Marathon

Kendati tantangan ke depan lebih berat saingannya yang semua sudah beralih ke serba digital, Aaf yakin bahwa Batik TV tetap bisa eksis, menyesuaikan dan semakin ajib. Pihaknya mendorong kepada seluruh masyarakat untuk bisa bersama-sama beralih ke TV Digital. Hal ini karena banyaknya manfaat yang akan dirasakan masyarakat diantaranya secara kualitas gambar lebih baik dan suara lebih jelas dan jernih serta teknologi lebih canggih.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Arif Karyadi menerangkan bahwa, saat ini Batik TV terus berupaya untuk melengkapi segala sarana dan prasarana pendukung yang akan menunjang pola siaran digital. Persiapannya sudah dilakukan baik melalui kerjasama dengan TBRI untuk persiapan penyiarannya (penyedia saluran), sarpras sudah dipersiapkan. “Terkait SDM ternyata selama ini masih ada kekurangan baik jumlah, maupun kualitas kompetensinya,” beber Arif.

Baca juga:  Masih Sering Kecolongan Kontraktor Nakal, Banyak Proyek Mangkrak

Dijelaskan lebih lanjut, untuk saluran analog sendiri Batik TV sebelumnya berada pada saluran 57 UHF sementara untuk Digital berada pada frekuensi 28. Pasalnya, dengan sudah beralih ke digital, gambar tayangannya akan lebih jernih tinggal kualitas program-programnya yang harus ditingkatkan. (han/svc/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya