alexametrics

25 Warga Surakarta Dapat Bantuan Listrik Murah 2022

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Surakarta – Sebanyak 25 warga di Kota Surakarta mendapatkan bantuan sambungan listrik murah pada 2022. Tersebar di tujuh Kelurahan dari lima kecamatan yang ada. Meliputi, dua penerima warga Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari; tiga warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres; satu warga Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres; empat warga Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan; dua warga Kelurahan Joyosuron, Kecamatan Pasar Kliwon; delapan warga Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, dan lima warga Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan.

Mereka diproyeksikan mendapatkan bantuan sambungan listrik murah yang lolos dari proses seleksi secara ketat. Utamanya adalah keluarga miskin atau rentan miskin dan tinggal di dusun/desa terpencil.

Dalam sebuah kesempatan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Dipl. Ing. H. Quatly Abdulkadir Alkatiri bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah melalui Cabang Dinas ESDM Wilayah Solo memberikan bimbingan teknis kepada calon penerima bantuan sosial pada, Rabu (26/1) lalu.

Bimbingan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih kompleks kepada para calon penerima bantuan sosial.

Quatly Abdulkadir menerangkan, bantuan sosial berupa sambungan listrik murah ini bagian dari kegiatan di bidang pengelolaan tenaga listrik.

Beberapa kegiatan lainnya berupa pelaksanaan konservasi energi, pengembangan energi baru terbarukan, penetapan zona konservasi air tanah pada cekungan air tanah, penatausahaan izin pengeboran, izin penggalian, izin pemakaian, dan izin pengusahaan air tanah dalam.

Dia menyebut, stimulan bantuan langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan tujuan, untuk perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya dalam hal ini di Kota Surakarta.

“Bantuan sosial yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, salah satunya berupa sambungan listrik murah dengan calon penerima berbasis data dari DTKS,” terangnya ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Bantuan Sambungan Listrik Murah dan Hemat pada Cabang Dinas ESDM Wilayah Solo Tahun Anggaran 2022.

Anggota dewan Dapil 7 wilayah Kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta itu melanjutkan, bantuan sambungan listrik murah diberikan dalam bentuk barang. Berupa pemasangan instalasi listrik dengan seperangkatnya dari Provinsi Jawa Tengah kepada kelompok masyarakat miskin.

Sasarannya adalah anggota atau kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin di daerah terpencil yang jauh dari jangkauan listrik PLN. Dan anggota atau kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin yang tidak mampu menyambung instalasi listrik PLN.

Quatly menjelaskan, setiap calon penerima bantuan sosial harus menyiapkan beberapa persyaratan yang sudah ditentukan. Di antaranya, memiliki identitas yang jelas, berkedudukan dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, memiliki surat keterangan domisili, melampirkan foto kopi KTP dan KK calon penerima, dan secara teknis masuk dalam jangkauan jaringan PLN.

Baca juga:  RSUD Temanggung Mewisuda Pasien TB-RO

Selanjutnya, usulan bantuan sosial sambungan listrik rumah diajukan secara rinci menurut nama dan alamat KK rumah tangga miskin yang belum ada sambungan listrik PLN, dengan prioritas yang terdaftar dalam TNP2K data terpadu Program Penanganan Fakir Miskin.

Mekanisme rincinya, calon penerima bantuan mengajukan surat permohonan bantuan sosial kepada Gubernur Jawa Tengah dan Kepala Dinas ESDM dilengkapi proposal pengajuan. Kedua berkas tersebut ditandatangani pemohon dan diketahui minimal camat setempat.

Dan disampaikan sebelum penetapan rancangan kebijakan umum APBD/kebijakan umum perubahan APBD dan prioritas dan plafon anggaran sementara/prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan APBD.

“Selanjutnya dilakukan evaluasi dan verifikasi oleh tim evaluasi Dinas ESDM terhadap usulan bantuan. Meliputi, kelengkapan administrasi dan kelayakan pembiayaan. Hasilnya disampaikan tim ke Kepala Dinas ESDM,” tutur dia.

Lebih lanjut, rekomendasi yang diterima Kepala Dinas ESDM disampaikan ke Gubernur Jawa Tengah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada sejumlah objek yang menjadi kelompok sasaran yang sudah menenuhi syarat.

Hasil rekomendasi akan keluar dalam bentuk draft nama-nama calon penerima, beserta cadangannya. Dengan maksud, calon penerima bisa dialihkan kepada leserta cadangan apabila diusulkan kembali di kemudian hari. “Berangkatnya dari data DTKS di Dinas Sosial bersamaan proposal pengajuan bantuan sosial dari pemohon. Sampai pada tahap pelaksanaan pekerjaan,” jelasnya.

Quatly menegaskan, penerima bantuan kelompok masyarakat dipilih berdasarkan usulan kelompok. Selain bantuan sambungan listrik murah, terdapat beberapa bantuan sosial lain yang diprogramkan Provinsi Jawa Tengah. Di antaranya, bantuan jamban sehat, bantuan beasiswa bagi siswa miskin, pembangunan rumah baru bagi masyarakat miskin yang belum memiliki rumah, bantuan pembangunan baru rumah bencana, dan bantuan pembangunan PK bencana.

Output bantuan yang diberikan dalam bentuk yang beraneka ragam. Misalnya, bantuan bibit tanaman dan pelatihan, khusus katogeri ekonomi untuk masyarakat sekitar hutan. Bantuan sarana produksi pertanian, peternakan, dan perikanan berupa bibit, alsintan, dan ternak. Dan bantuan bagi kelompok penggiat kebudayaan.

Selain itu, terdapat bantuan sosial berupa peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan sasaran penerima individu atau keluarga melalui bantuan keuangan pemerintah desa.

“Stimulan bantuan ini menjadi peluang bagi pemerintah desa dan kelompok masyarakat untuk mengajukan bantuan kepada Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

Quatly menyebut, DPRD Povinsi Jawa Tengah bersama mitra kerja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral terus melakukan perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan bidang geologi dan air tanah, mineral, dan batubara, ketenagalistrikan, serta energi baru terbarukan.

Baca juga:  Polri Gelar Baksos, Bagikan Sembako hingga Pengobatan Gratis

Pihaknya juga akan terus melakukan bimbingan teknis atau sosialisasi kepada masyarakat. Dengan sasaran, calon penerima bantuan RTLH, rumah sederhana sehat, pembangunan rumah korban bencana, rehab rumah korban bencana tahun 2022, dan beberapa program bantuan sosial lainnya.

Dipl. Ing. H. Quatly Abdulkadir Alkatiri bersama istri, anak dan cucu. (Istimewa)

Terinspirasi dari Sosok Sang Ayah

“Jalan dakwah itu panjang

Ia dirawat dengan kasih sayang

Disiram dengan keistiqomahan

Dipetik dengan penuh perjuangan”

(K.H Hilmi Aminuddin)

Kehidupan ini akan selalu dipergilirkan di antara manusia. Muda menjadi tua, miskin menjadi kaya atau sebaliknya, terpuruk menjadi jaya dan lain sebagainya. Manusia harus siap dengan ketidakpastian hidup yang diperjuangkannya. Karena ujung dari setiap kehidupan adalah pertanggungjawaban kepada Allah Sang Kholiq.

Kepada-Nya kita akan melihat ujung dari setiap kehidupan, apakah menjadi baik atau buruk. Tidak ada yang bisa berbohong di hadapan Allah, bahkan daun yang jatuh pun diketahui-Nya, air yang mengalir atas seizin-Nya, hujan yang turun atas perintah-Nya. Begitulah hidup ini, tugas kita hanya menghamba kepada Allah dan berikhtiar sekuat mungkin untuk istiqomah di dalamnya.

Menurut Dipl. Ing. H. Quatly Abdulkadir Alkatiri, kunci dari hati yang sempit adalah memperbanyak silaturahim baik kepada tetangga, keluarga dan tokoh agama seperti Habaib, Kyai, Asatidzah dan tokoh lainnya.

“Saya menilai semakin banyak sedekah, maka akan membentuk keberkahan bagi agama ini terutama dakwah Islam. Semakin besar kita berkhidmat untuk rakyat, maka sebenarnya kita sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar, dan di situlah pelayanan umat,” jelas pria yang kerap disapa Ustadz Quatly ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lahir dari keluarga apa adanya menjadikan Quatly terus berupaya memberikan yang terbaik bagi keluarga. Alkatiri lahir di Jakarta 10 Desember 1960. Darah Jawa dan Yaman mengalir dalam keluarganya. “Nama Quatly diambil dari bahasa Arab, Quwatunliy yaitu Quwatun (kekuatan) dan Lii (Milikku), maknanya agar dapat mengayomi adik-adik saya nanti di kemudian hari. Abdulkadir sendiri adalah nama ayah (almarhum) dan Alkatiri adalah marga di keluarga kami,” jelasnya.

Kata ayahnya, sebagai anak pertama, Quatly harus bisa mengayomi dan membantu urusan keluarga di kemudian hari. Anak pertama akan menjadi teladan bagi saudaranya. Ucapan dan tingkah lakunya menjadi contoh. Tidak mengherankan jika ayahnya menaruh harapan besar agar di kemudian hari ia dapat menjadi teladan dan oase bagi keluarga. Ayah tidak ingin anaknya menjadi pribadi yang rusak oleh zaman dan miskin teladan.

“Ayah saya selalu berpesan untuk selalu menjadi mentari meskipun sedikit menyinari.  Ayah adalah sosok yang selalu menjadi inspirasi hingga detik ini. Kekuatan nasihat lisannya masih jelas terngiang di telinga, lebih-lebih keteladanan dan perilaku mulianya dalam mendidik kami terus menjadi pegangan kuat,” kata alumnus  SD Muhammadiyah Kebayoran (1967 – 1970), SD Islam Diponegoro Surakarta (1973) dan  SMAN 12 (Belitung) Bandung tahun 1980 ini.

Baca juga:  Bank bjb Raih Penghargaan Kelola LHKPN Terbaik

Setelah menamatkan bangku SMA, politisi senior dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mulai berpikir untuk mengembangkan diri dan mencari pengalaman sebanyak mungkin demi masa depannya. “Alhamdulillah, paman yang kuliah dan  bekerja di Jerman menawarkan  agar saya melanjutkan kuliah di sana,” ujarnya.

Pada 1981 di usia 20 tahun, ia pun berangkat ke Jerman. Saat itu, Jerman adalah salah satu kiblat ilmu dengan rentetan sejarah renaissance yang menakjubkan. “Di Jerman saya lulus di Technische Universität Berlin. Sebuah kampus  yang kental dengan dunia teknik,” katanya.

Pada 1986 atau saat usia 25 tahun, atas anjuran ayahnya, Quatly menikahi Wardah Basyir. Seorang wanita yang solehah dan dekat dengan Allah Swt. “Kami menikah pada tanggal 27 Juli 1986 di Indonesia. Jujur saja saya belum pernah meletakkan gadis lain di hatiku. Hal ini bermula dari saran ayah untuk segera menikah. Ternyata, ayah sudah melihat wanita yang cocok untukku,” ujarnya.

Setelah menikah, Quatly memutuskan untuk membawa istri ke Jerman. Sebagai kepala rumah tangga tentunya dia tidak hanya bertanggung jawab terhadap nafkah keluarga. Akan tetapi juga diwajibkan untuk membimbing istri menuju jannah. Terlebih lagi di awal-awal masa pernikahan membutuhkan kebersamaan yang kuat agar chemistry  terus terbangun dengan baik. Kini, Ustadz Quatly dikarunia tiga anak. Yakni, Hanifah, Harits Jundullah, dan Hamzah.

Dari semua lika-liku kehiduapan yang dialami, Quatly terus menatap ke depan. Karena hidup sang penghuni surga hanya akan didapatkan dari kualitas keridhoan Allah kepadanya.

“Sejauh apapun kita meraih keberhasilan di dunia ini, tetap saja kita tidak akan bisa terpuaskan oleh dunia yang fana. Sebaliknya, kita justru terjatuh pada lubang kesesatan dan kebodohan baik berupa keserakahan terhadap materi, kesombongan atas pangkat dan jabatan hingga sikap sombong,” katanya bijak.

Menurut Quatly, capaian hidup seseorang sangat tergantung keikhlasan hati dalam beramal baik kepada orang lain. Maka jagalah hati untuk terus berdzikir kepada Allah agar hati yang kita miliki terus merangkai motivasi kebaikan dan menggerakan kaki-kaki kita kepada amal yang nyata.

“Teruslah melakukannya walaupun itu sangat sulit, karena sejatinya surga itu diraih bukan dengan kemudahan, namun kesulitan dalam menjaga kebaikan,” ujarnya. (*/adv/aro)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya