alexametrics

Dosen Jurusan Keperawatan Polkesmar Dampingi Prolanis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hipertensi dan Diabetes Mellitus (DM) merupakan  penyakit tidak menular (PTM) kronik yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem kardiovaskuler, persarafan, dan perkemihan. Penyakit  hipertensi menyebabkan risiko penyakit stroke, jantung, dan gagal ginjal. Sedangkan DM merupakan penyakit metabolik yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi bersifat jangka panjang dan jangka pendek hingga menyebabkan kematian.

“Komplikasi-komplikasi DM meliputi penyakit arteri koroner, kerusakan pembuluh darah serebral (otak) dan juga kerusakan pembuluh darah perifer di tungkai yang biasa disebut dengan kaki diabetic,” kata dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang (Polkesmar) Sudiarto, MN kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan, diperlukan upaya serius untuk mencegah komplikasi PTM. Menurut Sudiarto, keberhasilan penatalaksanaan PTM ini sangat tergantung dari kesadaran pasien dalam mentalaksana kadar gula darah dan tekanan darah secara mandiri.

Baca juga:  UKM Virtual Expo II Diramaikan 152 Toko Online Jateng

Ia menambahkan, Self Management Program atau Program Manajemen Mandiri (PMM) yang telah dikembangkan di berbagai negara dan diimplementasikan di Indonesia dalam  bentuk Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dapat memandirikan pasien dalam peningkatan kemampuan kognitif, skill, dan tindakan-tindakan pencegahan komplikasi.

Karena itu, Sudiarto dan tiga dosen Jurusan Keperawatan Polkesmar lainnya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Pendampingan Self Management Programe   Penyakit Tidak Menular untuk Pencegahan Komplikasi  di Wilayah Puskesmas Srondol, Banyumanik, Semarang. Tim diketuai Sudiarto dengan anggota Mugi Hartoyo MN; Eko Purnomo, MKes, dan Indriati, MKep.

Dijelaskan, tujuan kegiatan  pengabdian masyarakat ini secara umum untuk meningkatkan pengetahuan peserta prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) dalam mencegah komplikasi. “Juga meningkatkan kesadaran (awareness) akan bahaya komplikasi PTM, serta  meningkatkan kemauan (willingness) pasien prolanis dalam upaya pencegahan komplikasi melalui PMM,” bebernya.

Baca juga:  Bintang Timnas U-19 Perkuat Tim Kades

Mugi Hartoyo menambahkan, bentuk kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin prolanis setiap bulan.  Juga pemberian edukasi baik secara konvensional (pemberian booklet pencegahan komplikasi hipertensi dan DM),  serta secara elektronik (menggunakan video)  berisi pencegahan yang perlu dilakukan oleh kelompok prolanis.

“Kami juga melakukan pendampingan rutin melalui grup WhatsApp untuk menyampaikan informasi dan edukasi bagaiamana cara agar tetap sehat dan panjang umur walaupun mengalami hipertensi maupun DM,” katanya.

Dikatakan Eko Purnomo, hasil kegiatan ini sangat diapresiasi oleh pihak Puskesmas Srondol. Karena dapat membantu pasien prolanis agar tetap sehat dan terhindar dari komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan. “Selain itu, hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku mitra pengabdian masyarakat terhadap pencegaan komplikasi DM dan hipertensi,” ujarnya. (bis/aro)

Baca juga:  Bubur Ayam Pak Sugiyo, Langganan Pejabat dan Chef Juna

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya