alexametrics

Dosen Polkesmar Dampingi UMKM Ngijo, Kenalkan Makanan Pencegah Anemia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang —Tak sedikit kaum wanita mengalami anemia. Hal ini dikarenakan kurangnya konsumsi sumber makanan yang mengandung zat besi yang mudah diserap oleh tubuh.  Penanganan anemia yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian tablet tambah darah (Fe).

Awalnya, program pemberian pemberian suplementasi besi direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) kepada ibu hamil. Namun seiring berjalannya waktu, sasaran program ditambah menjadi remaja putri.

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang Listyaning Eko Martanti, SSiT, M.Tr.Keb mengatakan, anemia dan kekurangan energi kronis pada remaja putri dan ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor utama kematian ibu.

Dikatakan, seorang wanita yang mengalami perdarahan setelah melahirkan dapat menderita akibat anemia berat dan mengalami masalah kesehatan yang berkepanjangan.

Baca juga:  KKN Masa Pandemi, Beri Kontribusi di Tanah Kelahiran

“Keterlibatan masyarakat sebagai komunitas tempat tinggal ibu hamil tentunya sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup ibu hamil adalah terbentuknya satu dukungan dari masyarakat,” kata Listyaning Eko Martanti kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Untuk meningkatkan pemahaman tentang anemia dan dampak anemia jangka pendek maupun panjang,  dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang melakukan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati binaan Lurah Siti Muhimatul Haliyah, Amd. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Listyaning Eko Martanti, SSiT, M.Tr.Keb dan Agustin Setianingsih, SSiT, M.Kes bersama dua mahasiswi, Destaliya Damayanti dan Putri Nilam Sari.

Baca juga:  Ahli Waris Pekerja Dibiayai Sampai Kuliah

“Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami juga melakukan penguatan materi untuk pelaku UMKM terkait peluang wirausaha, serta praktik olahan makanan penciri pencegah anemia,” ujar Agustin Setianingsih.

Harapannya, tambah Agustin, lewat kegiatan ini pelaku UMKM dapat mengembangkan kreasi dan inovasi produk makanan yang memiliki kandungan zat besi, vitamin C, protein yang untuk membantu meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh.

Di sisi lain, para pelaku UMKM juga dikenalkan aplikasi digital marketing. Sehingga mereka bisa membuat akun penjualan di E-Commerce. “Nantinya kita dampingi untuk membuat akun penjualan di E-Commerce dengan nama UMKM Ngijo bersama Polkesmar,” kata Listyaning Eko Martanti.

Dari pengabdian masyarakat ini, lanjut dia, pelaku UMKM memperoleh pelatihan dan keterampilan mengenai produk-produk yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dengan kandungan makanan tertentu yang kemudian diolah menjadi produk kekinian yang menarik.

Baca juga:  Pengunjung Mal Meningkat, Restoran dan Bioskop Jadi Incaran

Alhamdulillah antusias para pelaku UMKM sangat tinggi. Di sela-sela kesibukan mereka masih meluangkan waktu untuk terus belajar dan berkomitmen bersama dengan Jurusan Kebidanan Poltekkes Semarang mengembangkan produk yang nantinya akan diberi nama UMKM Ngijo bersama Polkesmar,” ujarnya. (bis/aro)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya