alexametrics

Gandeng Perusahaan, DP3AKB Kabupaten Semarang Tingkatkan Pelayanan KB

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang semakin aktif dalam melakukan program pelayanan keluarga berencana perusahaan. Langkah ini sebagai upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Perusahaan garmen dengan karyawan lebih banyak wanita  dijadikan DP3AKB melakukan kerjasama. Sehingga pelayanan KB juga didasarkan pada perusahaan.

Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Romlah mengatakan pendekatan dengan perusahaan di Kabupaten Semarang menjadi langkah positif untuk meningkatkan pelayanan KB. Pemasangan alat kontrasepsi pasangan usia subur masih menjadi program utama.

“Tidak bisa dipungkiri, karyawan di garmen itukan ribuan dan wanita pula. Sehingga kita gandengan perusahaan untuk meningkatkan pelayanan KB,” katanya.

Baca juga:  Sosialisasikan Peran BLU ke Masyarakat Luas

Tidak hanya itu adanya kerjasama tersebut diharapkan memberi peluang kepada para pekerja di perusahaan dan masyarakat di lingkungan perusahaan untuk mendapatkan pelayanan KB. Pihaknya akan menyuplai alat kontrasepsi jangka panjang.

“Seperti IUD dan susuk KB kepada setiap perusahaan yang mempunyai klinik KB dan kesehatan,” ujarnya.

Dengan menjadi peserta KB, produktivitas karyawan perusahaan bisa meningkat mengingat tidak lagi banyak terbebani tugas-tugas rutin mengurus anak karena telah ikut KB.
Seperti PT Ungaran Sari Garment, yang ikut KB sudah 90 persen. Perusahaan dengan karyawan wanita memang harus terus dimonitoring. “Karena tidak hanya soal KB saja. Fasilitas pendukung ibu hamil dan ibu menyusui juga penting. Selain desa kita juga melakukan tinjauan ke perusahaan,” tambahnya.

Baca juga:  15 Persen Orang Tua Belum Restui Pembelajaran Tatap Muka

Kasi Pelayanan KB DP3AKB Kabupaten Semarang Nailah menambahkan di Kabupaten Semarang ada dua perusahaan besar yang sudah bekerjasama PT Ungaran Sari Garmen dan PT Coca Cola Amatil Indonesia.

Dari data yang ia miliki ada 53 persen peserta KB baru di tahun 2021 sampai bulan Oktober. “Kalau Kecamatan pemasang terbanyak di Bandungan dengan jumlah 1.138 dan rata-rata KB suntik,” tambahnya. (ria/adv/fth)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya