alexametrics

UIN Walisongo Semarang Jadi Rujukan Program MBKM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kesigapan jajaran rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran civitas akademika. Tapi UIN Walisongo juga menjadi rujukan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.

“Begitu ada program MBKM, UIN Walisongo langsung cepat merespon. Kami mau belajar ke banyak perguruan tinggi umum seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gajah Mada (UGM), hingga ke Udayana Bali. Kami langsung menyusun kurikulum, bahkan form recognized sudah jadi,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang Dr HM Mukhsin Jamil M.Ag kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ada sembilan skema MBKM yang dikembangkan UIN Walisongo. Di antaranya, pertukaran mahasiswa, proyek mandiri, layanan kemanusiaan, riset kolaboratif, magang, pembangunan desa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, bela negara, hingga mengajar di satuan pendidikan. “Dengan adanya program MBKM, menghasilkan lulusan yang keilmuan dan keminatannya terarah, yang dilengkapi skill siap kerja. Ini keunggulan pendidikan generasi saat ini,” tuturnya.

Baca juga:  Masuk Museum Kota Lama Masih Gratis

Dengan program MBKM, turut mempercepat realisasi digitalisasi kampus UIN Walisongo yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum ada pandemi Covid-19 merajalela. “Ada Covid-19 maupuan tak ada Covid-19, UIN Walisongo sudah menyiapkan dan menerapkan blended learning dan smart campus. Seluruh mata kuliah program studi (prodi) tak ada yang terisolasi dari teknologi informasi. Apalagi ini sudah menjadi generik,” katanya.

Maksudnya smart class, kelas tersebut dilengkapi LCD proyektor, kamera, dan sarana digital lainnya sehingga bisa ditransmisikan atau diikuti mahasiswa yang kuliah jarak jauh. Mahasiswa juga bisa dipantau keaktifannya atau tidak oleh dosen. Mahasiswa juga bisa memberikan tanggapan langsung.

Bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan jarak jauh, tidak dengan aplikasi zoom meeting atau google meet. Tapi sudah lebih canggih, dosen yang moving atau bergerak kesana kemari bisa diikuti dari jarak jauh seperti layaknya kuliah di dalam kelas. “Memang belum seluruh kelas dirombak menjadi smart class, karena menyangkut ketersediaan anggaran. Tapi semua fakultas sudah memiliki banyak smart class,” jelasnya.

Baca juga:  Tak Ada Perawatan, Ada yang Bocor dan Terpendam Jalan

Kurikulum baru 2022 yang diterapkan nanti, sudah memasukkan program pertukaran mahasiswa yang terstruktur. Ada tiga program selama tiga semester. Yakni, mahasiswa bisa kuliah di perguruan tinggi lain yang menjalin kerjasama dengan UIN Walisongo maksimal 20 SKS, mahasiswa bisa kuliah di luar prodi-nya di dalam perguruan tinggi maksimal 20 SKS, dan kuliah di luar perguruan tinggi atau di sektor industri atau magang maksimal 20 SKS. Dengan program ini, outputnya siap kerja dan lintas disiplin. “Dulunya ada pertukaran mahasiswa tapi tidak masuk atau terstruktur ke dalam kurikulum. Tapi mulai tahun 2022 tersetruktur ke dalam kurikulum,” jelasnya.

Saat ini, UIN Walisongo sudah menjalin kerjasama dengan 22 PTKIN dan 45 perguruan tinggi yang masuk dalam forum kebangsaan, serta perguruan tinggi luar negeri seperti Malaysia, Turki, Belanda, dan negara lainnya. “Cuma selama pandemi Covid-19, kuliah di perguruan tinggi luar negeri hanya bisa secara online,” katanya.

Kendati begitu, sudah banyak mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar dengan berbagai perguruan tinggi lain melalui proyek mandiri. Misal program Permata, program Pemuda Pejuang yang kerjasama dengan Kemensos. “Animo mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar sangat tinggi. Persaingannya sangat ketat, karena yang diterima sedikit. Nah kalau tahun 2022 sudah terstruktur ke dalam kurikulum, semua mahasiswa bisa mengikutinya,” jelasnya.

Baca juga:  Sepekan Mengungsi, Warga Trimulyo Mulai Kembali ke Rumah

Sementara itu, seiring dengan melandainya kasus Covid-19, UIN Walisongo mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Baik itu Kemendagri, Kemendikbud Ristek, Kemenkes, maupun Kemenag. Yakni melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan jumlah mahasiswa 50 persen dari kapasitas ruangan. Ini hanya khusus mahasiswa semester 3, semester 1, mahasiswa praktik, dan mahasiswa akhir studi. “PTM Terbatas ini masih taraf uji coba sampai 17 Desember 2021. Setelah itu akan kami evaluasi sejauh mana efektivitasnya,” tuturnya.

Harapannya tahun 2022 kondisi sudah membaik, tidak lagi pandemi Covid-19.  Polanya PTM Terbatas diperluas, tak hanya semester 3 dan 1. “Tahun 2022 bisa 100 persen PTM, sangat bersyukur sekali,” katanya. (ida/bis)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya