alexametrics

Empat Pilar MPR RI, Panduan Hadapi Tantangan Global

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang — Anggota MPR RI  Bramantyo Suwondo tak bosan menyosialisasikan 4 pilar MPR RI kepada masyarakat. Sebagai wakil rakyat, ia punya tanggung jawab mengajak warga negara memahami nilai-nilai luhur kebangsaan. Juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai panduan dalam menghadapi tantangan global.

Mas Bram—sapaan akrabnya—akui era digital berkembang pesat dan masif. Tantangan kemasyarakatan semakin kompleks. Tidak jarang, pemanfaatan teknologi informatika yang tidak tepat akan membawa dampak negatif pada hilangnya jati diri sebagai warga Indonesia  yang ber-Pancasila.

“Empat pilar MPR RI terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah guidance book atau buku panduan kebangsaan yang menjadi perekat dan solusi menghadapi kompleksitas permasalahan yang ada,” tandasnya saat sosialisasi 4 pilar MPR RI kepada warga Magelang dan sekitarnya di Magelang, Kamis (18/11).

Baca juga:  TMMD Sasar Sepuluh RTLH

Sekecil apapun peran masyarakat dalam menaati peraturan, menjunjung tinggi toleransi, bijak dalam komunikasi baik dalam kemasyarakatan maupun di dunia maya, sikap ketaatan beragama yang toleran adalah modal besar kuatnya persatuan dan kesatuan. “Penanaman nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya menjadi jargon semata,” jelasnya.

Selain itu, Mas Bram berharap pemerintah tidak lupa dengan penanaman nilai-nilai sejak dini. Harus  kreatif dan inovatif dalam mengemas metode pembelajarannya. Sesuai dengan konteks era digital-milenial sekarang ini.

Dalam kesempatan ini, Mas Bram menyerahkan SK Penerima PIP kepada perwakilan orang tua dan koordinator dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, dan Wonosobo.

Baca juga:  Program Bina Lingkungan Jasa Raharja, Tiap Desa Digelontor Rp 50 Juta

Tahun 2021, Mram Bram telah menyalurkan PIP aspirasi kepada 25.000 siswa. Dan memberikan bantuan beasiswa KIP kuliah/bidikmisi dan bantuan uang  kuliah (UKT) kepada 700 mahasiswa.

Selain itu, menyalurkan program aspirasi berupa fasilitas kesenian dan kebudayaan di sekolah, sarana TIK (teknologi informatika dan komunikasi), bimtek kepariwisataan, alat dan sarana olahraga masyarakat, bantuan permodalan UMKM pelaku pariwisata, dan lainnya.

“Ini merupakan concern dan komitmen kita untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat,” pungkas politisi Partai Demokrat itu. (put/bis/lis)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya